Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.3%

70.1%

Rapid Test Wisatawan Masuk Pangandaran tak Bisa Dilonggarkan

497
1
PENYEMPROTAN. Mobil PMI Provinsi Jawa Barat melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa objek wisata Kabupaten Pangandaran, Kamis (18/6). DENI NURDIANSAH / RADAR TASIKMALAYA
PENYEMPROTAN. Mobil PMI Provinsi Jawa Barat melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa objek wisata Kabupaten Pangandaran, Kamis (18/6). DENI NURDIANSAH / RADAR TASIKMALAYA

PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran belum bisa melonggarkan aturan atau syarat rapid test bagi wisatawan yang berkunjung ke objek wisata. Hal itu diungkapkan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata kepada Radar, Kamis (18/6).

Alasannya, kata Jeje, karena wabah virus corona ini belum hilang dan masih ada di daerah-daerah lain yang terkonfirmasi positif. Sehingga sebagai antisipasinya diperketat dengan rapid test.

“Keluhan wisatawan soal rapid test merupakan hal biasa, karena semunya itu demi keamanan semua pihak. Biar berwisata ke Pangandaran itu aman dan tidak waswas,” ujarnya

Baca Juga : Jalan Alternatif Pangandaran-Tasik Longsor, Aktifitas Warga Terhambat

Kata dia, sampai saat ini pihaknya belum berani membebaskan wisatawan masuk ke Pangandaran tanpa rapid test. Pihaknya akan terus melakukan evaluasi dua minggu ke depan setelah dibukanya objek wisata.

“Kalau ada yang positif kemudian sempat masuk ke objek wisata Pangandaran, kemungkinan bisa ditutup lagi,” ujarnya.

Menurut dia, Pangandaran masih menjadi tujuan wisatawan asal zona merah, tentu saja hal itu tidak bisa diabaikan dan harus diantisipasi dengan sangat ketat. Sehingga tidak ada penyebaran virus corona dari wisatawan.

“Kita tidak bisa menghilangkan aturan rapid test. Kita tetap harus waspada, jangan sampai ada kluster penularan,” jelasnya.

Baca Juga : Pemkab tak Ambil Keuntungan Rapid Test dari Wisatawan Pangandaran

Menurutnya, jika dalam dua minggu ke depan tidak ada lagi penambahan yang positif dan kondisi sudah dianggap baik, maka objek wisata akan dibuka untuk rombongan, sehingga agen dan travel wisata bisa mengangkut para wisatawan ke Pangandaran.

“Nanti para agen travel bisa membawa pulang pergi para wisatawan dan tidak ada kekhawatiran lagi,” ungkapnya.

Maka dari itu, Jeje meminta masyarakat dan pelaku wisata untuk bersabar, karena secara bertahap aturan-aturan tersebut akan secepatnya dilonggarkan. “Mudah-mudahan segera kembali normal,” harapnya.

Nira (40), pedagang di kawasan Pantai Pangandaran mengaku dagangannya sangat sepi walau objek wisata sudah dibuka. “Kalau saya berharap aturan masuk ke sininya dipermudah,” ujarnya. (den)

loading...

1 KOMENTAR

  1. Nanti juga yg rugi pengelola dan ekonomi tmpt wisata kalo sarat rapi tes masih di gunakan bukan tak mungkin bupati yg saat ini bisa kalah dalam pilkada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.