Ratusan Buruh Perbaikan Rel Diusir Muspika Cibeureum Kota Tasik

8042
0

KOTA TASIK – Ratusan buruh dari kontraktor di bawah Satuan Kerja (Satker) Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat Direktorat Jenderal Perekretaapian yang akan bekerja mengganti bantalan rel di sepanjang jalur kereta api di Kecamatan Cibeureum Kota Tasik hingga Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasik diusir Muspika Cibeureum, Kamis (26/03).

Itu dilakukan Muspika untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Para buruh itu berasal dari daerah Pantura (Cirebon dan Indramayu).

Hal tersebut dibenarkan Kepala Puskesmas Kersanegara, Cibeureum, Mohamad Ginanjar.

Baca juga : Warga Tolak Unper Jadi Ruang Isolasi Corona, Pemkot Tasik Gunakan Rusunawa Unsil di Tamansari

“Jadi tadi pagi ada sekitar 300 buruh kontraktor di bawah Satker Perkeretaapian ke wilayah kita mau mengganti bantalan rel untuk persiapan lebaran. Jadi sebelum mereka memulai pekerjaanya, kami Muspika langsung bergerak,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com yang dihubungi melalui ponselnya.

Terang dia, saat pekerjaan mereka belum dimulai, akhirnya Muspika bermusyawarah dengan perwakilan dari kontraktor.

Baca juga :  Tak Ada Pelayanan Langsung, Wajib Pajak Bisa Lakukan Ini

“Dari kontraktor di bawah Satker Pak Rahmat namanya. Lalu kita musyawarah sempat alot sampe siang hari,” terangnya.

Mengapa alot? “Karena kami mengingatkan mereka agar sementara ini tak melakulan pekerjaan yang mengumpulkan massa. Mereka agar mentaati SE Wali Kota dan edaran Kapolri soal antisipasi corona,” tegasnya.

Akhirnya, tambah dia, para buruh memahami hal ini dan kembali ke daerahnya masing-masing di luar wilayah Kota Tasik.

Kepala Puskesmas Kersanegara, Cibeureum dan unsur Muspika lainnya usai pertemuan dengan pihak kontraktor, Kamis (26/03) siang. istimewa for radartasikmalaya.com

“Jadi, tadi kumpul semua Muspika kita dan berembuk dengan perwakilan mereka. Semua ini karena kondisi corona,” tambahnya.

Jelas dia, apa yang dilakukannya ini juga sebagai langkah memutus mata-rantai atau antisipasi corona.

“Jadi kita tak ingin ODP dan PDP bertambah. Apalagi pekerjanya berasal dari daerah Pantura. Kesimpulannya mereka akhirnya pulang dan memahami,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.