Ratusan Kartu Tani di Ciamis Dimusnahkan, Ini Kata Ketua Fraksi PKB

104
0
Imam Dana Kurnia Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Ciamis
Loading...

CIAMIS – Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Ciamis Imam Dana Kurnia menyayangkan sekitar seratusan kartu tani dimusnahkan karena ada kesalahan data alamat dan sebagainya. Dia berharap kedepannya Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis jangan sampai salah input data.

“Saya heran sejak 2017 adanya kartu tani sampai mau menginjak ke tahun 2021 masih belum beres pendataanya,” papar Imam Minggu (27/12) siang. Pihaknya berharap Dinas Pertanian melakukan pendataan lebih menyeluruh.

Baca juga : 3 Kali Rapat, Baru Ada Titik Terang Soal Kartu Tani & Pupuk Subsidi di Ciamis

Selain itu, dia meminta pendataan terkait luas lahan petani. Jangan sampai salah input data. “Artinya maksimalkan SDM yang ada oleh Dinas Pertanian, karena jangan sampai kelangkaan pupuk dari persoalan kartu tani di tahun 2021 terulang terus,” ucapnya.

Imam pun heran dengan lambatnya Dinas Pertaniam Kabupaten Ciamis dalam pendataan, sehingga masih banyak petani yang belum memiliki kartu tani. “Saat sekarang harus diberlakukan, masih banyak petani kelimpungan beli pupuk karena harus pakai kartu tani,” tegasnya.

Loading...

Dihubungi terpisah, Kabid Peyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis Dedi Bahrudi mengakui sebelumnya ada sekitar 1.000 kartu tani belum terbagikan. Namun, dia menyebut kartu tani yang dimusnahkan hanya di bawah 100 kartu.

Menurut dia, kartu tani dimusnahkan karena alamat yang tercantum pada kartu berbeda. Alasan keduanya yakni petani tidak mengambil kartu, ada juga yang meninggal dunia dan pindah tempat.

“Jadi kartu tani itu bukan (salah) input data, tapi sudah jadi, tapi tidak diambil,” ucapnya.

Dedi menambahkan kartu tani yang saat ini belum dibagikan akan diberikan bertahap. “Jadi yang sekarang sianya yang belum dibagikan akan bertahap. Semoga bisa cepat selesai,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.