Ratusan Pekerja Hiburan Malam di Kota Bandung Minta Izin Operasional

210
0
Unjuk Rasa Pekerja Hiburan Malam
Ratusan pekerja hiburan malam unjuk rasa ke balai Kota Bandung, Senin (03/08). pojoksatu

BANDUNG – Pandemi Covid-19 terus berlangsung dan tak diketahui ujungnya, sampai kapan.

Nah, ratusan pekerja yang tergabung dalam Aliansi Karyawan dan Pengusha Hiburan, mendesak pemerintah agar tempat hiburan malam, seperti pub, karaoke dan lainnya segera bisa beroperasi.

Hal ini seiring tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru di tengah pandemi Covid-19.

Pemkot Bandung segera memberikan solusi terkait penghasilan mereka yang terganggu.

Hingga saat ini, izin operasional tempat mereka bekerja tak kunjung diberikan pemerintah, meski protokol kesehatan sudah disiapkan.

Para pekerja ini, menyuarakan aspirasinya di depan Bale Kota Bandung, Senin (03/08).

Loading...

“Tanpa hiburan kita sakit. Kita pengen hiburan bernyanyi dan bersuka ria bersama karaoke Bandung,” kata sang orator.

Salah seorang pekerja perempuan di tempat karaoke yang enggan disebut namanya, mengaku tidak mendapatkan penghasilan selama tempat kerjanya tutup.

Dia sangat membutuhkan uang untuk menghidupi keluarga dan membayar sekolah anaknya.

Ketua Perkumpulan Pegiat Pariwisata Bandung (P3B), Rully Panggabean, bahwa unjuk rasa ini untuk menanyakan kejelasan izin operasional yang tak kunjung diberikan.

Dia sudah tak tahan menerima keluhan dari pekerja yang seringkali meminta kasbon sejak tempat hiburan yang dikelolanya tidak beroperasi karena pandemi.

Sebelum memutuskan untuk menggelar aksi, ia mengaku sudah berulang kali meminta Wali Kota Bandung Oded M Danial segera memberikan izin karena pengelola tempat hiburan malam sudah siap untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Tetapi kita tunggu sekian lama kok enggak ada hasilnya. Saya juga enggak tahan pegawai minta kasbon terus. Mudah-mudahan ada solusi,” harap dia.

Melansir merdeka.com, Kadisbudpar Kota Bandung, Dewi Kaniasari mengaku sudah meninjau puluhan tempat hiburan.

Banyak diantara pengelola sudah menyiapkan fasilitas untuk menunjang protokol kesehatan.

Namun, indikator untuk beroperasi tidak hanya sebatas itu. Namun Pemerintah memiliki pertimbangan lain.

Terlebih, di Kota Bandung terdapat klaster baru, seperti Secapa AD, kasus puluhan ASN di Gedung Sate.

Terpisah, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku sedang melakukan kajian hal tersebut.

Menurutnya, Covid-19 ini beredar di ruang pengap yang aliran udaranya tidak maksimal.

Tempat hiburan malam mayoritas seperti itu, banyak orang, seperti di karoke orang yang bernyanyi di ruangan yang tak berjendela.

“Kepada mereka yang terdampak, kita sudah menyiapkan bantuan sosial, ini di Pemprov Jabar sudah dilebihkan 20 persen dari daftar yang ada,” katanya.

“Kalau mereka belum dapat, bisa mengakses di 20 persen untuk mengakomodasi mereka yang tidak terdaftar dalam daftar pertama. Jawabannya hanya dua, sebelum ada keyakinan itu aman, kita tidak bisa mengambil risiko, kalau kompensasi ekonomi tentunya survival secara bantuan pemerintah sudah kita siapkan,” tandasnya.

(age)

Baca juga :
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, 17 Diantaranya PNS
19 Nakes di Kuningan Positif Covid-19, Total Kasus Jadi 70 Orang
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.