Ratusan Petugas Sorlip Surat Suara Mundur

25
Ayi Dudi Supriadi

GARUT KOTA – Ratusan petugas penyortiran dan pelipatan (sorlip) surat suara memutuskan untuk mengundurkan diri. Hal itu karena upah sorlip dinilai terlalu rendah.

“Upahnya kecil hanya Rp 75 per lembar, tidak sebanding dengan pekerjaan. Jadi banyak yang keluar,” ujar Hasan (55), salah satu petugas sorlip yang memutuskan berhenti kepada wartawan Kamis (14/3).

Dia bersama ratusan rekannya milih berhenti ketika pelaksanaan sorlip dilakukan. Menurutnya, awal perekrutan, petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut tidak memberi tahu berapa upah yang akan diberikan. “Kami baru tahu upahnya segitu (Rp 75) ketika sudah berjalan pelipatan. Jadi banyak yang kecewa dan milih mundur,” terangnya.

Dia awalnya tertarik menjadi petugas sorlip surat suara karena informasi awal upah yang diterima dari satu surat suara yakni Rp 100. Itu kenapa dirinya bersama warga lain semangat menjadi petugas sorlip. “Informasi awalnya segitu (Rp 100) tapi setelah berjalan kami malah dapat kabar upah hanya Rp 75. Jujur kami sangat kecewa sekali,” terangnya.

Saat ini, petugas sorlip yang memilih berhenti mencapai 60 persen dari total petugas yang melakukan pelipatan. “Sekarang pada berhenti bekerja sebelum upahnya dinaikan seperti informasi sebelumnya (Rp 100),” paparnya.

Sekretaris KPU Garut Ayi Dudi Supriadi membenarkan banyak petugas sorlip yang tidak mau meneruskan pekerjannya dengan alasan upahnya kecil. Selain itu, petugas sorlip dari kelompok masyarakat ini juga mengaku tingkat kesulitan dalam pengerjaan sorlip surat suara terlalu ribet dibandingkan dengan surat suara Pilkada. “Mereka ingin upahnya dinaikan. Kalau tidak, tidak mau bekerja lagi,” paparnya.

Meski saat ini petugas sorlip banyak yang mundur, tetapi dirinya menjamin tidak akan ada keterlambatan dalam proses pendistribusian surat suara ke setiap kecamatan. “Pengaruh ada, tapi kami yakin pendistribusian surat suara akan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.

Dirinya optimis sorlip surat suara selesai sesuai jadwal. “Animo masyarakat untuk menjadi petugas sorlip yang sangat tinggi sehingga tak sulit untuk mencari untuk menggantikan petugas yang mundur,” terangnya.

Ayi menerangkan yang menjadi kendala utama saat ini bukan petugas sorlip, tetapi ketersediaan gudang yang terbatas. Saat ini KPU memiliki tiga gudang akan tetapi semuanya diisi oleh logistik Pemilu, sehingga sulit mencari tempat sorlip surat suara. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.