Ratusan Ulama Kabupaten Tasik Ikut Rapid Test Corona, Hasilnya..

641
0
RAPID TEST. Ratusan ulama se-Kabupaten Tasikmalaya mengikuti rapid test yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Jabar dan DKPP Kabupaten Tasik di Gedung MUI, Selasa (7/4). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Ratusan ulama dan kiai se-Kabupaten Tasikmalaya mengikuti rapid test Covid-19 yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya di Gedung MUI Kabupaten Tasik, Selasa (7/4).

Pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya Pemprov Jabar mengindikasikan dan memetakan kluster baru penularan wabah virus corona yang terjadi di kegiatan keagamaan dan peribadatan seperti yang terjadi di Lembang, Bandung terhadap jemaah rohaniawan.

Baca juga : Kelelahan Cari Lobster,  Nelayan Tenggelam di Pantai Cimanuk Tasik

Hasil rapid test tersebut akan diumumkan setelah seminggu oleh Dinkes Jabar dan DKPP Kabupaten Tasikmalaya melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya untuk dilanjutkan kepada masing-masing ulama atau ustaz yang dites.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, pelaksanaan rapid test ini dilakukan sebagai bentuk upaya pemerintah dalam pemetaan kluster baru dalam penularan wabah virus corona di Jawa Barat, yakni dalam bidang kegiatan keagamaan.

Kata Uu, rapid test terhadap para kiai dan ulama ini sebagai langkah antisipasi dan upaya pencegahan Covid-19. Karena pemuka agama baik ulama, rohaniawan dan pemuka agama lainnya banyak terlibat dalam kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang.

“Karena di Jawa Barat sendiri sudah ditemukan ada kluster baru dalam kegiatan keagamaan. Seperti di tempat ibadah dan pengajian masyarakat. Maka didahulukan bukan berarti tiba-tiba kemudian para kiai di rapid test,” terang Uu kepada wartawan di Gedung MUI Kabupaten Tasik, kemarin.

Menurut Uu, kalangan ulama, rohaniawan termasuk pemuka agama lainnya dari awal sudah menjadi target rapid test masuk kategori B yang berhadapan langsung dengan jemaahnya. Pihaknya menargetkan rapid test dilakukan kepada 5.000 pemuka agama termasuk 10 ribu pesantren di Jawa Barat. “Jawa Barat dianggap oleh pusat cukup upaya maksimal dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya KH Ii Abdul Basyit mengatakan, para kiai dan ulama mengikuti rapid test yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi dalam pencegahan penyebaran virus corona.

“Ketaatan kepada pemerintah atau ulil amri adalah merupakan suatu kewajiban selama itu untuk kebaikan dan tidak ada unsur maksiat. Insyaallah apa yang diperintahkan oleh pemerintah yang sudah melalui kajian, akan dilaksanakan dan bagi setiap muslim menjauhkan dari bahaya adalah suatu kewajiban dan harus diniatkan ibadah,” katanya.

Kata dia, pihaknya berupaya sekuat mungkin melakukan usaha agar terhindar dari bahaya wabah virus corona ini. Diharapkan wabah ini segera hilang dan Kabupaten Tasikmalaya aman. “Alhamdulillah di Kabupaten Tasik masih termasuk zona aman dan ketika ada arahan untuk tinggal di rumah, maka pemerintah dan masyarakat bisa menjalin hubungan baik,” ujarnya.

Baca juga : 1 PDP Warga Kabupaten Tasik Meninggal Dunia di RSUD dr Soekardjo

Sekretaris MUI Kabupaten Tasikmalaya KH Edeng ZA mengatakan, ulama mengikuti rapid test ini menunjukkan bahwa para ulama mengindahkan aturan pusat dan menyadari Covid-19 berbahaya dan mematikan, sehingga harus dicegah.

“Jangan panik dan menganggap enteng, menurut para ahli ini membahayakan. Di dalam ajaran agama pun harus menghindari dari bahaya dan kerusakan. Dengan ikhtiar pakai masker dan pemeriksaan kesehatan bahwa betul-betul ulama menjalankan arahan pemerintah,” katanya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.