Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.3%

20.4%

8.3%

67%

Rawan Busuk, 4 Ton Telur Bansos Pemprov Jabar Jatah Garut Dialihkan ke Kota Lain

154
0
PACKING. Pegawai di Gudang Bulog Garut mem-packing sembako bantuan dari gubernur Senin (11/5). istimewa

TAROGONG KIDUL – Ketua Divisi Logistik Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Mohammad Arifin Soedjayana menyatakan telur bantuan sosial (bansos) provinsi di Gudang Bulog Garut sudah diredistribusi ke kabupaten/kota lain.

Hal tersebut dilakukan karena pendistribusian bansos provinsi di Kabupaten Garut ditunda.

Baca juga : Ibu Rumah Tangga di Garut Nyuri Motor, Ditangkap Polisi

“Kami sudah mengirim telur pada 27 April 2020 sebanyak 4 ton. Karena kondisi di Garut masih kurang kondusif, telur tersebut telah diredistribusi ke kabupaten/kota lain. Itu untuk menghindari telur busuk,” kata Arifin dalam rilis resmi yang diterima Rakyat Garut, Senin (11/5).

Arifin mengatakan saat ini stok telur bansos provinsi di Gudang Bulog Garut hanya 60 trey atau 60 kilogram untuk 60 paket.

Jumlah tersebut merupakan barang baru untuk cadangan apabila Kabupaten Garut akan segera mendistribusikan bansos provinsi kepada Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) penerima bansos provinsi.

“Ada tumpukan paket sembako di gudang tersedia sekitar kurang lebih 2.000 paket bansos provinsi, namun stok telur hanya 60 paket,” ucapnya.

Terpisah, Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Garut Subhan Fahmi akan segera menelusuri permasalahan terkait telatnya pendistribusian Bansos Provinsi Jawa Barat, hingga mengancam membusuknya telur di Gudang Bulog.

“Kalau benar itu membusuk, kami menyayangkan. Itu kan mubazir,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut Ade Hendarsyah mengaku tidak mengetahui adanya sembako termasuk telur bantuan Gubernur Jabar di Gudang Bulog Garut.

Kata dia, Dinsos tidak dilibatkan dalam penyediaan dan pendistribusian bantuan tersebut.

“Pendistribusiannya dilakukan oleh Bulog dengan PT Pos. Dinsos sama sekali tidak dilibatkan baik dalam pengadaan maupun pendistribusian bantuan sehingga kami tidak tahu,” ujarnya.

Menurut dia, Dinsos Garut hanya diminta untuk memberikan masukan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang akan mendapatkan bantuan tersebut.

Baca juga : Pemkab Garut Bantu Pengelola Taman Satwa Cikembulan Rp50 Juta

Pihaknya juga telah mewanti-wanti agar PT Pos terlebih dahulu melakukan pemadanan data KPM saat mendistribusikan bantuan dari gubernur.

“Kami tidak ingin ada warga yang double mendapatkan bantuan atau tumpang tindih. Karena saya lihat masih banyak yang telah mendapatkan bantuan BPNT dan PKH tapi masih ada dalam daftar penerima bantuan gubernur,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.