Rawan Cedera Otot Sendi Saat Olahraga

1209
1
dr Dadan Sofian SpKFR MKes CH Dokter spesialis Klinik Rehabilitasi Medik Perum Garuda Mas

AKTIVITAS olahraga dapat membuat tubuh menjadi lebih segar dan bugar. Namun bila tidak dilakukan dengan benar atau berhati-hati bisa menyebabkan cedera otot dan sendi.
Dokter spesialis Klinik Rehabilitasi Medik Perum Garuda Mas E1, Jalan Letjen Mashudi, Cibeureum, Tasikmalaya dr Dadan Sofian SpKFR MKes CH menuturkan ada beberapa macam cedera otot-sendi. Yakni lecet, fraktur atau patah tulang, muscle tear atau robekan otot, ligament sprain atau cedera ligament, robekan tendo, memar, dislokasi dan lainnya. “Cedera ini terjadi kepada setiap jenis olahraga. Baik itu senam aerobik, badminton, voli, basket, sepak bola, futsal dan lainnya,” tutur dr Dadan yang juga bertugas di rumah sakit Syifa Medina Jalan Bantarsari, Kota Tasikmalaya ini.
Dia menjelaskan lecet itu terjadi karena integrasi kulit yang terganggu. Kulit menjadi robek atau tererosi atau tergesek. Sedangkan, fraktur atau patah tulang yakni kontinuitas pada jaringan tulang. Retakan pada tulang juga bisa dikategorikan patah tulang.
Lalu, muscle tear. Robekan otot ini adalah diskontinuitas dari otot yang harusnya lurus ada bagian yang robek. “Untuk robek otot ini ada dua macam. Ada parsial dan ada yang total. Parsial di mana otot yang robek masih tersambung. Tapi pada lapisan atasnya terputus. Jadi hanya sebagian saja. Sedangkan robek otot total di mana semua lapisan ototnya terputus,” terangnya.
Kemudian yang dimaksud dengan ligament sprain atau cedera ligament adalah di mana ligament yang merupakan jaringan pada sendi lutut yang berfungsi untuk stabilitas sendi meregang. Selain meregang juga kondisinya bisa terputus. Begitu juga dengan robekan tendo, yang fungsinya menempel ke tulang, robekannya bisa total bisa juga parsial. Jika total bagian tubuh tertentu tidak bisa digerakkan, namun jika parsial masih bisa bergerak. Tapi mengalami nyeri yang hebat. “Robekan tendo ini terjadi hanya pada bagian alat gerak tangan dan kaki,” ujarnya.
Selanjutnya cedera memar atau muscle hematoma yakni adanya pengumpulan cairan atau darah di kulit dan otot. Sedangkan yang dimaksud dislokasi adalah bergesernya sendi sehingga tidak pada tempatnya.
Cedera otot-sendi pada saat olahraga, kata Dadan, disebabkan karena kecelakaan pada saat olahraga. Misalnya pada saat lari atau loncat ketika turun posisi kaki atau bagian lainnya tidak tepat sehingga menyebabkan cedera. Atau bisa juga karena adanya benturan, keseleo dan lainnya.
Gejala adanya cedera pada otot-sendi yakni ada rasa nyeri, bengkak dan gangguan gerak. Sehingga untuk menghindari terjadinya cedera otot-sendi pada saat akan melakukan olahraga lebih baik dilakukan pemanasan terlebih dahulu. “Selain nyeri dan bengkak, keluhan adanya cedera otot-sendi juga bisa pegal. Kadang mati rasa kalau syarafnya kena, kesemutan dan lainnya. Sehingga untuk menentukan bagian mana yang rusak bisa dilihat dengan USG khusus,” ungkapnya. (ais)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.