Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.8%

19.6%

8.1%

68.6%

Rawan Longsor, Pemkab Garut Segera Pasang Bronjong di Dayeuhhandap

25
0
TINJAU. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman meninjau lokasi tebing yang berpotensi longsor di Kampung Dayeuhhandap Kecamatan Garut Kota Senin (31/8). yana taryana / rakyat garut

GARUT KOTA – Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman akan segera melakukan penanggulangan di wilayah sungai dan tebing yang berpotensi longsor di kawasan permukiman penduduk Kampung Dayeuhhandap Kecamatan Garut Kota.

“Penanganannya akan segera dilakukan dengan pembuatan tanggul sungai dan bronjong tebing,” ujar Helmi saat meninjau lokasi tebing di Dayeuhhandap, Senin (31/8).

Baca juga : Kemarau, Warga Garut Diminta Waspada Kebakaran

Menurut dia, selain ancaman longsor, di wilayah itu juga ada ancaman banjir dari Sungai Cipeujeuh. “Menurut laporan dari warga, ini beberapa kali terjadi banjir bahkan bisa sampai 1,5 meter di lapang ini dan mungkin dengan ketinggian tersebut. Diperkirakan rumah pun terkena imbas banjir,” katanya.

Menurut Helmi, harus ada upaya secepatnya dalam penanggulangan masalah itu.

Ia menyebutkan paling tidak harus dibuat sempadan atau tanggul pada bantaran sungai agar air tidak melimpah dan juga tidak memperkecil lebar sungai. Sebab, jika telah dibuat tanggul tapi lebar sungai terus mengecil, bencana banjir akan terus terjadi di wilayah itu.

“Saya juga sudah ngobrol dengan ketua RW setempat, jangan sampai ada pengecilan sungai,” katanya.

Sementara untuk ancaman bencana tanah longsor, Helmi mengatakan harus dibuat penahan dengan bangunan atau bronjong. Dengan begitu, bencana longsor di wilayah itu dapat diantisipasi.

Untuk mengatasi masalah ini, kata dia, Pemkab Garut siap mengalokasikan anggaran hingga Rp 500 juta berdasarkan hitungan awal untuk mengatasi rumah warga yang terancam bahaya bencana tanah longsor.

“Mudah-mudahan pelaksanaannya bisa di tahun ini, apakah itu di dana BTT atau perubahan APBD, nanti dilihat mana aturannya yang masuk,” katanya.

Ia mengatakan tebing setinggi kurang lebih 10 meter di kawasan pemukiman itu berpotensi terjadi longsor. Kondisi tebing yang menjulang tinggi tersebut tak memiliki tembok penahan sedikit pun, sehingga dikhawatiran warga di lingkungan setempat akan menjadi korban ketika terjadi longsor. Apalagi, warga di tempat itu banyak yang mendirikan rumah di bawah lokasi tebing tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Tubagus Agus Sofyan mengatakan wilayah itu memang sejak dulu memiliki potensi banjir dan longsor.

Menurut dia, BPBD telah sering melakukan sosialisasi kepada warga untuk lebih waspada, terlebih saat memasuki musim hujan.

Baca juga : Anggota DPR-RI: Jangan Tutup Tempat Wisata di Garut

Namun, penanganannya tak cukup hanya dengan sosialisasi, melainkan dilakukan dengan serius. Tubagus menyontohkan, harus dibuatkan bronjong di wilayah itu untuk mengantisipasi bencana longsor. “Itu sudah dikoordinasikan ke Dinas PUPR,” terangnya.

Menurut Tubagus, kejadian banjir dan longsor di wilayah itu pernah terjadi pada 2019. Namun, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.