Forum Masyarakat Rel Garut Bentangkan Spanduk di Depan Kantor Bupati

Reaktivasi Jalur Kereta Api Mendapat Penolakan

12
PENOLAKAN. Seorang warga melihat spanduk penolakan reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut Kamis (4/10). Spanduk itu terpasang di depan DPRD Garut. (Yana Taryana / radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

GARUT KOTA – Rencana reaktivasi Jalur Kereta Api (KA) Cibatu-Garut oleh PT KAI sepertinya tidak akan mulus. Pasalnya, muncul aksi penolakan yang dilakukan masyarakat yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Rel Garut.

Ketua Forum Masyarakat Rel Garut Alimudin menolak reaktivasi jalur kereta api karena sampai saat ini masyarakat yang tinggal di bantaran rel belum menerima penjelasan resmi dari PT KAI.

“Saat ini masyarakat bantara rel resah, karena belum adanya informasi yang valid mengenai rencana reaktivasi ini,” ujarnya kepada wartawan Kamis (4/10).

Menurut dia, warga bantaran rel saat ini menunggu penjelasan resmi dari PT KAI. “Kami ingin kepastian. Jangan seperti ini. Kami merasa pemerintah dan PT KAI seakan membiarkan masyarakat rel hidup dalam ketidakpastian,” ungkapnya.

Seharusnya, lanjut dia, pemerintah dan PT KAI melibatkan masyarakat terdampak dalam rencana tersebut.

“Sebab mereka lah yang akan jadi korban kebijakan. Meski dengan alasan atas nama pembangunan,” katanya.

Ia melanjutkan ada dampak bencana sosial jika penggusuran dilakukan tanpa memperhitungkan ekses. Seperti hilangnya sumber mata pendapatan serta psikologis dari penggusuran.

Warga yang menolak terhadap reaktivasi jalur rel kereta api itu pun memasang sejumlah spanduk. Seperti di depan gerbang kantor bupati Garut dan depan gedung DPRD Garut.

“Pemasangan spanduk ini karena tak ada kejelasan dari pemerintah dan PT KAI. Kami minta perhatian bupati dan DPRD untuk memperjuangkan nasib kami,” ucapnya.

Warga meminta adanya kebijakan yang lebih manusiawi jika akan mengaktifkan kembali rel. Aspek kemanusiaan harus diutamakan.

“Kami mendukung rencana pemerintah. Tapi harus segera ada sosialisasi. Sekarang kan malah buat tidak tenang,” katanya.

Jika tuntutan tak dipenuhi, pihaknya mengancam akan melakukan aksi yang melibatkan massa yang besar. Pihaknya hanya ingin menuntut keadilan.

Sebelumnya, Kepala PT KAI Daop 2 Bandung Saridal menyebut akan mulai menertibkan permukiman warga di sepanjang rel Cibatu-Garut pada bulan Desember.

Jalur KA Cibatu-Garut menjadi prioritas reaktivasi di Jabar dan akan beroperasi pada 2019. (yna)

loading...