Realokasi Anggaran Disiapkan untuk Tangani Covid-19

80
0

SINGAPARNA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sudah realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 dan dampak sosial ekonomi yang terjadi di masyarakat.

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi kepada Radar, Selasa (7/4).

Kata dia, realokasi tersebut memangkas beberapa item anggaran yang ada di Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat untuk kemudian dilaporkan ke pusat.

Langkah tersebut diambil pemerintah daerah sesuai instruksi Permendagri Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Kata Asep, pihaknya sudah menerima laporan beberapa item apa saja yang dialihkan anggarannya oleh pemerintah daerah untuk penanganan Covid-19.

“Anggaran-anggaran yang direalokasi adalah tidak prioritas dan dialihkan untuk penanganan Covid-19 termasuk dampaknya,” ujarnya.

Jelas Asep, data yang masuk ke DPRD untuk item anggaran yang dialihkan atau realokasi seperti perjalanan dinas luar negeri dan luar daerah para pejabat.

Nilai keseluruhan anggarannya Rp 25 miliar diambil 30 persennya jadi sekitar Rp 8 miliaran untuk penanganan Covid-19.

Kemudian, lanjut dia, anggaran makan dan minum (mamin) senilai Rp 27 miliar dialihkan 30 persen untuk penanganan Covid-19 sekitar Rp 6 miliaran.

“Jadi rata-rata pemotongannya itu 30 persen oleh pemerintah daerah untuk menangani virus corona dan dampaknya,” ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, ada item lainnya seperti kegiatan sosial yang sifatnya pengumpulan massa atau audiensi dengan masyarakat, belanja pengadaan barang, pelatihan dan keterampilan, kegiatan sinergitas pemerintah daerah dalam bidang politik dan kegiatan interaksi dengan masyarakat.

“Untuk angkanya kita tidak bisa sampaikan secara menyeluruh, karena dewan sifatnya menerima laporan saja. Adapun soal laporan realokasi anggaran ini sifatnya diskresi bupati,” papar dia.

Kata Asep, ada prioritas anggaran pascadampak sosial dan ekonomi akibat Covid-19, pemkab pun harus mengalokasikan yakni dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di luar anggaran kesehatan dan pendidikan.

“Contohnya bisa dari DAK infrastruktur, bisa dialokasikan untuk menangani dampak sosial ekonomi akibat Covid-19,” kata dia.

Pada prinsipnya, tambah dia, berapa pun anggaran untuk penanganan Covid-19 tidak dibatasi, bisa diprioritaskan untuk penanganan dan dampaknya.

DPRD mendukung bupati secara tegas untuk mengalokasikan maksimal dalam kepentingan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya atas mewabahnya virus corona ini.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Tasikmalaya Drs Rahayu Jamiat SSos membenarkan ada realokasi anggaran sebagaimana yang disampaikan pimpinan DPRD.

“Kita siapkan sesuai ketentuan instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Dan Percepatan Penanganan COVID-19 di Lingkungan Pemerintah Daerah,” kata dia.

Pada intinya, tambah dia, pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan melaporkan realokasi anggaran apa saja untuk diarahkan penanganan Covid-19 secara tepat waktu ke pusat, terakhir Rabu (8/4).

“Untuk masalah angka keseluruhan realokasi penanganan Covid-19 yang menyampaikan pimpinan, kalau kami hanya penyiap kebijakan teknis,” ujar dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.