Rekam KTP Warga Kota Banjar Capai 98%

60
0
CUCI TANGAN. Salah satu pemohon pelayanan administrasi kependudukan diarahkan untuk mencuci tangan sebelum masuk ke ruang pelayanan, Rabu (16/12). Cecep herdi / radar tasikmalaya
CUCI TANGAN. Salah satu pemohon pelayanan administrasi kependudukan diarahkan untuk mencuci tangan sebelum masuk ke ruang pelayanan, Rabu (16/12). Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjar telah menerbitkan kartu tanda penduduk (KTP) pada semester satu antara Januari hingga Juli tahun 2020 sebanyak 98,74 persen. Sementara untuk semester dua akan direkap dan dilaporkan pada Januari 2020.

“Warga yang membuat KTP jumlahnya selama semester satu sebanyak 151.218 atau 98,74 persen. Jumlah itu didasarkan ada jumlah wajib KTP sebanyak 153.148 orang.

“Rinciannya jumlah wajib KTP laki-laki sebanyak 75.817 orang dan perempuan 77.331 orang,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjar Nana Suryana melalui Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Tata Bagja SIP di ruang kerjanya, Rabu (16/12).

Ia menjelaskan untuk jumlah penduduk Kota Banjar saat ini sebanyak 206.237 jiwa. Diantaranya laki-laki sebanyak 103.287 jiwa dan perempuan 102.905 jiwa.

“Sementara jumlah penerbitan kartu keluarga (KK) hingga semester satu tahun 2020 baru mmencapai 71.486 jiwa. Rinciannya KK laki-laki sebanyak 55.731 jiwa dan perempuan 15.753 jiwa,” katanya.

Sementara jumlah dokumen pencetakan akta lahir secara keseluruhan sebanyak 103.729 jiwa atau baru mencapai 50,30 persen dari jumlah total penduduk.

“Rata-rata yang belum memiliki akta lahir itu adalah warga yang usianya di atas 18 tahun dan paling banyak lansia. Sementara untuk usia nol sampai 18 tahun itu ada program dari pusat untuk wajib memiliki akta lahir,” ucapnya.

Baca juga : Tunggakan PDAM Tirta Anom Kota Banjar Membaik

Data yang ia kemukakan terkait jumlah akta lahir di antaranya untuk usia 0-18 tahun sudah memiliki akta lahir sebanyak 58.635 jiwa dari jumlah total 60.039 jiwa.

Ia menambahkan meski kondisinya tengah Pandemi Covid-19, namun jumlah pemohon administrasi kependudukan tidak menurun drastis. Setiap hari pencetakan bisa mencapai 350 dokumen.

“Mencetak dokumen per hari kisaran angka lebih 350 dokumen. Kondisi Covid-19 tidak terlali mempengaruhi jumlah pemohon, namun dibatasi jumlah pemohon terkait prokes,” kata dia.

Dalam pelayanan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun. Kemudian mewajibkan penggunaan masker serta menjaga jaga setiap pemohon dengan pemohon lainnya. “Kita juga dibantu anggota Satpol PP dalam menerapkan protokol kesehatan bagi para pemohon,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.