Rekanan Diminta Perbaiki Gedung Tulip

80
0

TAWANG – Kuasa Hukum RSUD dr Soekardjo, Taufik Rahman menyikapi pernyataan manajemen konstruksi (MK) pembangunan Gedung Tulip Tahap Dua yang menganggap gedung baru tersebut belum layak digunakan.

Taufik menerangkan, gedung lima lantai itu dibangun dalam dua tahap. Pertama, fondasi dan struktur utama bangunan, tahap lanjutan pada 2018 yang mana telah selesai dan disiapkan kelengkapan fasilitas pelayanan bagi pasien di lantai 1 dan 3. “Oleh karenanya, yang dapat digunakan untuk melayani pasien itu baru lantai 1 sampai 3. Sementara lantai 4 dan 5 belum bisa digunakan dalam melayani pasien,” ucapnya kepada wartawan saat memberikan keterangan pers di Jalan BKR, Minggu (14/7).

Proyek tahap dua bertajuk pembangunan dan penyiapan kelengkapan fasilitas pelayanan pasien itu, kata dia, mengalami adendum dua kali terkait dengan penambahan biaya proyek dan perpanjangan waktu kerja. Proyek tersebut seharusnya telah selesai dan tuntas 100 persen pada akhir 2019 dengan tanpa ada sisa pekerjaan atau tanpa ada catatan. “Kemudian dilakukan perbaikan di masa pemeliharaan paling lambat sampai 9 Juli 2019,” tutur dia.

Ternyata, lanjut Taufik, sampai akhir masa pemeliharaan masih banyak pekerjaan yang harus diperbaiki. Seperti serah terima terkait catatan instalasi hydrant dan ACP yang sebelumnya menjadi catatan dalam serah terima penilaian pekerjaan di akhir 2018. “Yang kemudian sampai akhir masa pemeliharaan itu tidak dituntaskan statusnya,” kata advokat tersebut.

“Hal lainnya keretakan dinding bangunan instalasi ground tank, outlet untuk antisipasi kebocoran air water torn di dekat lift, beberapa lokasi dinding ruangan yang agak basah yang diduga akibat rembesan air di beberapa dinding dekat saluran plumbing/WC, atap yang bocor di lantai satu,” ujarnya.

Selain itu, terdapat atap plafon yang rusak di salah satu ruangan, kran air yang tidak jalan, exhaust fan yang tidak jalan, sebagian nurse bell yang tidak jalan di lantai 2, juga nurse bell yang tidak tuntas pemasangan dan perbaikannya di lantai 3. “Lalu lantai WC yang apabila digunakan airnya sering luber ke ruangan, instalasi pipa air panas yang diduga belum sesuai standar, dan commissioning test air panas belum tuntas,” katanya.

Taufik menambahkan, terlambatnya proses perbaikan hal-hal tersebut dikarenakan kurang intensifnya pengawasan dalam proses pembangunan dan pemeliharaan. “Oleh karenanya kami berharap MK tidak hanya sibuk membicarakan proyek-proyek yang akan datang di RSUD, akan tetapi sebaiknya juga harus fokus pada pekerjaan pengawasan yang telah dikerjakan dan ternyata masih banyak pekerjaan perbaikan,” harapnya.

“Serta pengujian juga administrasi pembangunan fisik gedung yang belum diselesaikan. Bahkan belum tuntas sampai berakhirnya masa pemeliharaan tanggal 9 Juli 2019 yang menjadi tanggung jawab dan kewenangannya dalam bekerja,” ujar dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.