Reklame Tak Berizin di Pusat Pertokoan Kota Tasik Ditertibkan

106
0
Loading...

TASIK – Tim Gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menertibkan sejumlah reklame tak berizin yang terpasang di tepi jalan.

Mereka menyisir 3 wilayah eks kota administratif, yang paling banyak dijadikan sarang media luar ruang.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tasik, H Achdiat Siswandi mengatakan, penertiban ini dilakukan bertujuan untuk memotivasi masyarakat, khususnya wajib pajak (WP) agar taat terhadap aturan.

Sebab, potensi reklame di Kota Resik -julukan Kota Tasik-, jumlahnya signifikan apabila semuanya termanfaatkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Reklame sendiri ada 3 klaster, ada yang sudah berizin, ada yang sudah bayar pajak dan ada yang tidak keduanya. Yang tidak berizin juga tidak bayar pajak yang kita tertibkan malam mini,” ujar Achdiat usai apel gabungan penertiban di Bale Kota, Rabu (25/11) malam.

Loading...

Terang dia, tidak semua reklame komersil yang ditebang dalam operasi tersebut, reklame bersifat informatif dan imbauan pun tatkala tidak berizin dan tidak membayar pajak turut ditertibkan.

Disinggung adakah penertiban ini berkaitan dengan isyu Nasional yang sedang santer? Achdiat menampik hal tersebut.

“Tidak ada kaitan apa-apa, ini sudah dianggarkan sejak Awal 2020. Kegiatan pemerintah yang sudah tertuang dalam dokumen APBD dan harus dilaksanakan,” terangnya.

“Bahkan di tahun depan juga sedang kita susun supaya dianggarkan kembali dan berjalan simultan. Supaya semua potensi pajak dari ayat reklame ini bisa masuk semua ke daerah,” sambungnya.

Operasi ini melibatkan tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Bapenda, Dinas Satpol PP dan Damkar, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Tasik H Asep Gofarulloh dalam apel gabungan menjelaskan, titik fokus penertiban yakni reklame bersifat insidentil bukan konstruksi berat.

Penertiban dilaksanakan di malam hari, supaya tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat di siang hari, terutama di masa pandemi Covid-19.

“Sebab, titik penertiban kita mayoritas dilaksanakan di pusat-pusat aktivitas perekonomian (pertokoan, Red),” jelasnya.

(firgiawan / rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.