Rekomendasi Karaoke di Kota Tasik, Begini Kata Disporabudpar..

80
0

CIHIDEUNG – Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) sudah banyak mengeluarkan rekomendasi berkaitan dengan aktivitas warga.

Dasar dari rekomendasi tersebut lebih mengacu pada faktor perekonomian.

Baca juga : Ketua Dewan Kabupaten Tasik Canangkan Gebrak Desa

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Dedi Mulyana yang menyebutkan pihaknya sudah mengeluarkan lebih dari 100 rekomendasi.

Selain tempat usaha karaoke, juga kegiatan-kegiatan masyarakat yang bersifat insidental.

“Paling banyak itu rekomendasi resepsi yang diselenggarakan WO (Wedding Organiser),” ujarnya kepada Radar, Senin (10/8).

Disinggung soal dasar analisa kesehatan terkait Covid-19, pihaknya mengakui tidak punya kompetensi. Rekomendasi itu keluar, karena didasari faktor ekonomi yang harus tetap bergerak.

“Kalau soal kesehatan tentu kami tidak punya kapasitas,” tuturnya.

Selain urusan kesehatan, kata Dedi, ekonomi masyarakat juga menjadi persoalan yang tidak bisa dikesampingkan.

Maka dari itu, persoalan tersebut bisa menjadi dasar yang kuat untuk penerbitan rekomendasi tempat usaha salah satunya karaoke.

“Kesehatan memang penting, tapi urusan perut masyarakat juga bukan hal sepele,” ujarnya.

Pihaknya pun tidak serta-merta mengabaikan ancaman Covid-19. Untuk itu, kunci protokol kesehatan secara nasional tetap diterapkan yakni jaga jarak, pemeriksaan suhu, penggunaan masker dan cuci tangan menjadi hal yang wajib dalam setiap kegiatan yang diberikan rekomendasi.

“Tentu protokol kesehatan tetap diterapkan dalam setiap kegiatan pariwisata apapun,” ujarnya.

Selain itu, ketika ada warning dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat, pihaknya pun akan menindaklanjutinya. Seperti halnya larangan untuk kolam renang dan permainan anak di mal.

“Termasuk bioskop juga kan masih belum boleh beroperasi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat masih belum bisa diwawancarai. Ketika didatangi ke kantornya, yang bersangkutan tidak ada di tempat.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan singkat pun dirinya belum memberikan respons.

Padahal, Sekda Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan menegaskan supaya persoalan teknis bisa dijelaskan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Supaya penuturan yang diberikan bisa lebih jelas dan detail. “Untuk hal-hal teknis kesehatan harus dengan Kadis (Kesehatan),” katanya.

Sebelumnya, tokoh masyarakat Kota Tasikmalaya, H Noves Narayana mengatakan rekomendasi dari Disporabudpar perlu dievaluasi dan diubah terkait tempat karaoke.

Jangan sampai dinas mengeluarkan kebijakan di luar kapasitasnya. “Disporabudpar sudah off side, jangan sampai sok tahu soal analisa bidang kesehatan,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (9/8).

Dengan pola rekomendasi saat ini, maka Disporabudpar harus siap mempertanggungjawabkan ketika terjadi hal yang tidak diinginkan. Misalkan terjadi penularan di tempat karaoke, restoran atau hotel.

“Meskipun ada kekeliruan dari manajemen, dinas kan wajib mengawasi juga,” tuturnya.

H Noves pun mempertanyakan sejauh mana keterlibatan Dinas Kesehatan dalam penerbitan rekomendasi dari OPD lain.

Karena OPD yang dipimpin dr Uus Supangat itu tidak boleh lepas tangan dan menyerahkan urusan aktivitas usaha ke masing-masing dinas.

“Karena yang bisa menilai rawan atau tidaknya ya Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Jika memang rekomendasi dari Disporabudpar sudah didasari analisa tim kesehatan, maka buktinya harus dilampirkan dalam rekomendasi. Ini bisa menjadi pegangan pengelola usaha bahwa rekomendasi itu punya dasar yang kuat.

“Jangan sampai rekomendasi diberikan kepada pengusaha itu dibuat secara asal-asalan,” terangnya.

Pemerintah Kota Tasikmalaya saat ini gencar mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, dengan tujuan mencegah penularan. Namun di sisi lain pemerintah memberikan rekomendasi operasional usaha secara asal-asalan.

“Kan itu cukup kontradiktif antara keinginan dengan langkah yang dilakukan,” katanya.

Baca juga : Kondisi 3 Pasien Positif Covid-19 di Kota Tasik Terus Membaik

Dia memahami pemerintah juga peduli dengan perekonomian di mana berbagai bidang usaha perlu digerakkan. Tetapi jika prosesnya dilakukan secara gegabah maka risikonya cukup tinggi.

“Katanya kan virus corona itu berbahaya, jadi pemerintah jangan sembarangan mengambil langkah,” pungkasnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.