Rekruitmen Guru PNS Dihentikan, Ini Kata PGRI Kota Tasik

115
0
Dodo Agus Nurjaman SPd Ketua PGRI Kota Tasikmalaya
Dodo Agus Nurjaman SPd Ketua PGRI Kota Tasikmalaya

TASIK – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya meminta peninjauan kembali kebijakan ditiadakannya formasi guru CPNS 2021 yang dialihkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketua PGRI Kota Tasikmalaya Dodo Agus Nurjaman SPd menyayangkan keputusan yang sudah disepakati oleh Menteri PANRB, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta BKN tentang dihilangkannya kuota formasi pendidikan pada CPNS 2021. Itu karena adanya rekrutmen PPPK 2021.

Seharusnya pemerintah bisa memperbanyak kuota pengangkatan guru yang honorer dengan cara rekrutmen CPNS dan rekrutmen PPPK.

“Saya meminta pemerintah terutama Kemendikbud agar bisa meninjau ulang kebijakan tersebut (mengganti CPNS menjadi PPPK, Red). Agar tidak terkesan diskriminasi dengan tidak rekrutmen CPNS 2021,” katanya kepada Radar, Jumat (1/1).

Sambung Dodo, Kalau pun pemerintah benar-benar bisa mengangkat PPPK, tolong jangan memberikan harapan terus dan jangan pernah mempersulit. Terutama bisa merangkul guru honorer yang usianya di atas 35 tahun.

“PGRI Kota Tasikmalaya komitmen terus memperjuangkan hak guru honorer agar menjadi PNS atau honor yang layak. Makanya kita sering mengawal guru honorer di atas 35 tahun untuk beraudensi dengan DPRD dan Pemerintah Kota Tasikmalaya agar mendapatkan kesejahteraan kehidupannya,” ujarnya.

Sekretaris Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kota Tasikmalaya Dr Caswita SPdI MA Pd menjelaskan, ketika pengangkatan guru tidak lagi dimasukkan di formasi CPNS 2021 dengan dialihkan menjadi PPPK yang terpenting pemerintah perlu memperhatikan hak kelayakan hidup guru honorer.

“Jadi apapun namanya yang paling penting adalah terpenuhinya kebutuhan guru oleh negara. Dan mendapatkan kesejahteraan setara PNS karena mereka sama-sama sebagai tenaga profesional,” katanya.

Kepala Bidang Pembinaan, Data, informasi dan Formasi BKPPD Kota Tasikmalaya Dimas Iskandar membenarkan, sesuai arahan Kemenpan-RB untuk formasi pendidikan untuk penerimaan guru lewat seleksi CPNS 2021, kini sudah dialihkan menggunakan pengangkatan rekrutmen PPPK 2021. Karena guru honorer sudah terakomodir dalam program rekrutmen satu juta guru PPPK oleh pemerintah.

“Awalnya kita sudah mengajukan kuota CPNS 2021 sebanyak 611 untuk tenaga kesehatan, tenaga kependidikan, tenaga teknis dan tenaga administrasi ke Kemenpan-RB. Ternyata ada perubahan terkait kebijakan Kemendikbud melaksanakan PPPK 2021,” ujarnya.

Jadi untuk kuota CPNS 2021 bagi formasi pendidikan dan kesehatan sudah dialihkan dengan menggunakan PPPK 2021. “Maka di Kota Tasikmalaya untuk CPNS 2021 hanya menerima formasi tenaga teknis dan administrasi yang sekitar 250-an saja,” tambahnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.