Rel KA Akan Diganti Baru

249
TIDAK TAMPAK LAGI. Jalur KA Banjar-Cijulang sudah tidak tampak lagi dan berubah menjadi jalan di Kota Banjar. Nantinya PT KAI akan memasang rel baru. (cecep herdi / radartasikmalaya.com)

BANJAR – Hampir 80 persen jalur kereta api (KA) Banjar-Cijulang Kabupaten Pangandaran rusak, bahkan sudah tidak berwujud sebagai jalur kereta api.

Kepala Stasiun KAI Kota Banjar Sudartoyo mengatakan dalam rencana reaktivasi jalur sepanjang kurang lebih 83 kilometer (km) itu kemungkinan besar akan dipasang material rel baru.

Termasuk bantalannya. Sebab, untuk mengoperasikan sebuah kereta api, jalur yang sudah ada saat ini tidak layak digunakan.

”Ya kemungkinan diganti 100 persen. Yang lama dibongkar. Untuk waktu kapan pelaksanaannya kami belum mendapat informasi lagi dari PT KAI pusat,” kata dia Senin (7/1).

Namun ia memastikan tahun ini target reaktivasi jalur Banjar-Cijulang. Itu untuk melayani wisatawan yang akan berwisata ke Pangandaran.

Pencapain target mengaktifkan kembali jalur Banjar-Cijulang, menurut dia, tergantung Pekot Banjar dan Pemkab Pangandaran, Pemprov Jabar dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

”Saat ini jalurnya single track. Nanti setelah terlaksana proses reaktivasi jalur apakah akan ditambah atau tetap satu jalur akan dilihat dari overload kapasitas frekuensi kereta api. Kalau hanya dua kereta api, ya menurut saya masih cukup single track,” katanya.

Ia juga mengatakan PT KAI akan mengganti jembatan rel kereta api yang rusak serta terowongan. Dari jalur sepanjang 83 km, terdapat banyak jembatan kecil dan sedang serta terowongan yang kini kondisinya sudah rusak, bahkan tidak bisa digunakan untuk dilewati kereta. “Penggantiannya termasuk jembatan juga ada,” katanya.

Sementara itu saat ditanya kapan mulai pelaksanaan rekativasi jalur KA Banjar-Cijulang, Manager Humas PT Kereta Api Indonesaia (KAI) Daop 2 Bandung Joni Martinus saat dikonfirmasi Radar via telepon mengatakan belum mendapat surat tugas.

“Kami belum bisa memberikan statement panjang lebar saat ini karena kami belum mendapat surat penugasan resmi dari pusat,” ujar Joni.

Ia mengatakan pasca peresmian KA Pangandaran beberapa waktu lalu di Stasiun Kota Banjar, PT KAI dan Pemkot Banjar serta Pemkab Pangandaran akan melakukan pertemuan lanjutan untuk membahas reaktivasi Jalur Banjar-Cijulang.

“Nanti ada pertemuan lanjutan. PT KAI dengan Pemkot Banjar, termasuk Pemkab Pangandaran,” katanya.

Rencana menghidupkan kembali jalur kereta api Banjar-Cijulang, sebelumnya, mendapat respon positif dari Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih.

Ade mengungkapkan akan memberi dukungan penuh terutama dalam membantu upaya penertiban lahan atau aset milik PT KAI di jalur Banjar-Cijulang yang kini dipakai masyarakat.

“Penertiban lahan milik PT KAI mudah-mudahan selesai sesuai target yakni empat bulan ke depan,” katanya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Banjar H Sudarsono mengatakan rencana pembukaan kembali jalur kereta api Banjar-Pangandaran sudah menjadi terget PT KAI, karena memang sebelumnya jalur tersebut sudah ada. Kemudian masyarakat yang menempati lahan milik PT KAI juga harus tela ditertibkan.

“Saya yakin bahwa pemerintah dalam hal ini pemerintah provinsi akan berupaya untuk masyarakat di satu sisi tidak dirugikan, kemudian PT KAI bisa melaksanakan programnya untuk reaktivasi jalur Pangandaran-Cijulang hingga Pangandaran sebagai wisata unggulan di Jawa Barat,” katanya. (cep)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.