Cara Jitu Mulyadi Saputra, Peternak Cupang Mencegah Penyebaran DBD

Rela Ceburkan Ratusan Cupang Peliharaan ke Sumur Tetangga

58
PEMBUNUH JENTIK. Mulyadi Saputra menunjukkan ikan cupang hasil ternak miliknya di Cireundeu, Kota Tangsel, Banten, Senin (11/2). KHANIF LUTFI / FIN

Wabah demam berdarah dengue (DBD) makin mengkhawatirkan. Bagi masyarakat di sekitar ibukota, DBD menjadi momok yang sangat menakutkan. Selain fogging, ada cara yang lebih efektif. Yakni memelihara ikan cupang. Seperti yang dilakukan pemuda ini, ia rela beternak cupang dan membaginya ke tetangga.

KHANIF LUTFI, Kota Tangsel

Cuaca Kelurahan Cireundeu, Kota Tangsel, kemarin (11/2) agak mendung. Mulyadi Saputra terlihat sedang membersihkan belasan kolam miliknya. Eceng gondok yang sudah terlihat besar dipotong. Sementara yang kecil ia pilah. Sebagian daun yang terlihat tua digunting. Terlihat cukup apik.

Medianya juga sederhana. Menggunakan strefoam bekas. Yang dibelinya seharga Rp10 ribu setiap satu kotaknya. Isinya, ada beberapa ikan cupang yang di ternak. Ada juga media yang disekat sebagai pemisah ketika ikan sudah agak besar.

Keampuhan ikan cupang dalam memberantas nyamuk, terutama DBD bukan cerita khayalan. Mulyadi, sudah membuktikannya. Pria yang akrab disapa Mul ini bercerita. Awalnya tak terpikirkan jika hobi memelihara ikan cupang bisa bermanfaat bagi orang banyak. Ia membeli dua ekor cupang hias di toko ikan.

Ikan yang dijadikan induk tersebut bisa bertelur dan menghasilkan anak cupang mencapai ratusan ekor. Karena keterbatasannya tempat, Mulyadi akhirnya memberikan beberapa ikan ke tetangganya. Tetangganya awalnya tak menyadari manfaat ikan cupang. Ikan tersebut oleh tetangganya diletakkan di media bak mandinya.

“Jangankan tetangga, saya sendiri juga tidak menyadari kalau di rumah saya tidak ada jentik nyamuk. Tapi yang sadar pertama adalah tetangga saya. Tetangga saya bilang jika di rumahnya sangat jarang sekali nyamuk,” kata Mulyadi kepada Fajar Indonesia Network, Senin (11/2).

Menyadari manfaat tersebut, Mul akhirnya mulai menambah media kolam untuk beternak cupang miliknya. Hanya dalam waktu tiga bulan, ikan yang semula hanya puluhan mencapai ratusan bahkan ribuan ekor.

Mul yang juga kewalahan dalam menampung ikan tersebut akhirnya memberikan ikan peliharaannya kepada tetangga sampai satu RT hampir dibagikannya. Banyak juga dari RT lain yang mendengar cerita cupang mulai berdatangan untuk meminta ikan hias dan aduan tersebut kepadanya.

“Banyak permintaan dari tetangga kampung. Kalau mereka datang saya berikan dua sampai tiga ekor. Saya memintanya untuk meletakkannya di bak mandi dan kolam penampungan air. Dengan harapan memakan jentik nyamuk,” beber pria 31 tahun tersebut.

Saat ini, Mulyadi tengah fokus membibit ikan cupang yang lebih berwarna. Karena selain indah, ikan cupang juga bisa bisa membantu ekonomi keluarganya. Dari penelitian yang pernah diterbitkan Jurnal Sains Nasional Universitas Nusa Bangsa, membandingkan daya predator antara cupang dengan guppy. Hasilnya, ikan cupang mampu memakan 89 jentik dalam enam jam. Sedangkan guppy hanya 47 jentik dengan waktu yang sama.

Beberapa manfaat itu membuat permintaan ikan berbadan mugil yang masuk keluarga Osphronemidae tak pernah sepi permintaannya. Inilah yang membuat Mulyadi terus semangat dalam membudidayakan ikan dengan genus betta tersebut. Menurutnya, berbuat baik dan beramal bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya memberikan manfaat bagi orang lain.

Pria yang pernah bekerja di Badan Tenaga Atom dan Nuklir Nasional ini berharap. Dengan pemberian ikan kepada tetangganya, akan memberantas nyamuk dengan cara yang paling aman. Ketimbang menggunakan obat ataupun fogging.

“Biayanya murah, tapi manfaatnya luar biasa. Semoga saja bisa satu kota. Seperti kemarin, saya hampir ceburkan seluruh ikan cupang ke kolam tetangga. Cara memberantas dengan cara paling alami. Menggunakan cupang sebagai pemberantasnya,” tandasnya. (*/fin/tgr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.