Kisah Bripka Prima Yananta, Polisi Baik Hati dari Tangerang

Relakan Gajinya untuk Bedah Rumah Janda Miskin

114
0
BIKIN TRENYUH. Anggota Polresta Tangerang, Bripka Prima Yananta mengangkat batu bata saat merenovasi rumah Sawani, beberapa waktu lalu. KHANIF LUTFI / FIN

Pengorbanan Bripka Prima Yananta patut diacungi jempol. Anggota Bhabinkamtibmas Polresta Tangerang Banten, ini rela menyisihkan gajinya untuk membiayai rumah warga miskin. Baginya ini bukan sekadar tugas, melainkan tabungan di akhirat nanti.

KHANIF LUTFI, Tangerang

Topi rimba milik Bripka Prima Yanata sudah tak berbentuk lagi. Basah dan bercampur debu. Sebuah handuk ia lekatkan ke dalam topi tersebut agar panas dan debu tak memasuki lehernya. Sesekali, ia mengambil cangkir, terik matahari yang menerpa Kampung Serdang RT/RW 06/02, Desa Serdangkulon, Kecamatan Panongan, membuatnya kehausan.

Pekerjaanya belum selesai. Setumpuk bata berukuran 4×2 meter baru saja datang untuk renovasi Rumah Sawani (60). Belum termasuk semen dan beberapa papan kayu menutupi sebagian dinding rumah wanita sepuh tersebut.

Biaya renovasi tersebut berasal dari gaji pribadi Bripka Prima Yananta. Polisi yang sangat peduli pada masyarakat di sekitarnya itu bertugas di Polres Kota Tangerang, Banten. Dia juga ditugaskan sebagai Bhabinkamtibmas Desa Serdangkulon, Kecamatan Panongan, Tangerang.

Bripka tak hanya menyumbangkan gajinya, ia juga turut membantu bedah rumah Sawani. Bersama warga, pekerjaan bedah rumah selesai dalam seminggu.

“Pak, itu batanya diangkut lagi, ini kurang 10,” teriak seseorang warga yang ikut membantu proses renovasi. “Siap,” timpal Prima. Tanpa segan, sebanyak dua tumpuk bata di antarkan ke si pemanggil.

Sawani hanya seorang janda yang sudah 10 tahun ditinggal suaminya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia hanya mengandalkan belas kasih warga. Apalagi untuk memperbaiki rumahnya yang reot. Rumahnya terbuat dari potongan kayu. Lantainya beralaskan tanah. Atapnya dari asbes yang sudah bocor di mana-mana.

Kondisi ini menggerakkan hatinya untuk membantu membedah rumah Sanwani. Dia berinisiatif membantu membiayai bedah rumah. Biaya bedah rumah Kamuri dan Tuyem mencapai Rp 15 juta lebih. Prima Yananta kemudian mengumpulkan dana untuk perbaikan rumah warga selama dua tahun.

Bripka Prima mengaku niat memperbaiki rumah seorang lansia ini muncul ketika Bripka Prima tengah berpatroli DDS (Door to Door System) beberapa waktu lalu. Ia melihat kondisi kehidupan Ibu Sawani yang sangat memprihatinkan. Ditambah lagi, beberapa bulan terakhir rumah tersebut hampir roboh dimakan usia.

“Saya prihatin melihat kondisi Ibu Sawani, saya juga bertekad untuk membantu dengan menyisihkan gaji dan menggalang kepedulian warga sekitar agar Ibu Sawani memiliki rumah yang layak huni,” ujarnya.

Bripka Prima menjelaskan dengan kondisi terbatas, Sawani harus mengasuh dua orang anaknya. Kehidupan sehari-harinya sangat pas-pasan. Ia hidup dari gaji anaknya yang bekerja sebagai kuli serabutan.

Setelah terkumpul, Bripka Prima lalu melakukan bedah rumah warga yang tidak jauh dari tempatnya bertugas. Dibantu warga setempat, gubuk reyot yang dulu kumuh itu pun mulai dibangun menjadi hunian yang layak tinggal dan nyaman. “Alhamdulillah, lewat bantuan warga, pembangunan bisa berjalan,” ujarnya.

Kapolsek Panongan AKP Trisno T Uji yang ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian Polri khususnya Bhabinkamtibmas terhadap masyarakat yang memiliki kesulitan dan butuh bantuan

“Kegiatan ini sangat positif dan patut dicontoh, karena Polri selalu ada dan hadir untuk masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan seperti itu menunjukkan bahwa anggota Polri memiliki kepedulian kepada masyarakat yang mengalami kesulitan yang tinggal di lingkungan kerjanya. Semoga bantuan bedah rumah ini, dapat diterima dengan ikhlas oleh Ibu Sawani. “Semoga nantinya dia tidak lagi merasakan takut jika hujan turun, sehingga bisa tinggal beribadah dengan tenang dan nyaman,” tandasnya.

Dua bulan, Polresta Tangerang akhirnya menganugerahinya sebagai polisi teladan. Rumah Sawani kini kembali berdiri, tak lagi dari kantong pribadi Prima, melainkan dari sumbangan polisi se-Tangerang Raya. (*/fin/tgr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.