Relawan Jokowi Bermunculan, Aria Bima: Harus Diorganisir

112
Politisi PDI Perjuangan Aria Bima saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (11/8). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

SOLO – Para pendukung yang kemudian membentuk sebuah kelompok relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi) semakin banyak bermunculan.

Terlebih saat Jokowi sudah mendeklarasikan diri untuk maju dalam Pemilu 2019 mendatang, banyak relawan baru yang kemudian mendeklarasikan dan berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada Jokowi.

Kondisi ini, memunculkan dampak positif dan negatif. Dampak negatif tersebut tentunya dikhawatirkan bisa berdampak pada elektabilitas Jokowi itu sendiri.

Politisi dari PDI Perjuangan, Aria Bima mengatakan, relawan merupakan bentuk dukungan tertinggi kepada salah satu sosok dalam hal ini adalah Jokowi.

Dan dukungan tersebut akhirnya membentuk sebuah kelembagaan. Hal ini menjadi bukti bahwa Jokowi cukup bisa menjadi ikon.

“Itu sama dengan adanya Barisan Soekarno, Gusdurian, Slanker, Koesplus Mania dan lainnya. Relawan-relawan ini benar-benar menggerakkan diri oleh mereka sendiri untuk Jokowi,” katanya kepada JawaPos.com usai menghadiri deklarasi Gerakan Wadyabala Jokowi (GWJ) di Solo, Sabtu (11/8).

Akan tetapi banyaknya kelompok relawan tersebut bukan selalu menjadi hal yang bagus bagi sosok yang didukung.

Aria Bima mengatakan, hal yang dikhawatirkan dari banyaknya relawan adalah adanya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan dengan mengatasnamakan relawan Jokowi.

Maka dari itu, dirinya berpendapat perlunya ada yang mengorganisir kelompok-kelompok relawan ini.

“Seperti adanya kelompok yang tiba-tiba membuat relawan, mengajukan beberapa tokoh masyarakat yang tidak dikoordinasikan kemudian menggunakan proposal untuk mencari-cari sumbangan untuk gerakan. Maka dari itu perlu nantinya kelompok relawan ini diorganisir, “terangnya.

Selain itu, Aria Bima juga mengatakan, banyaknya kelompok relawan ini menjadi perhatian tim pemenangan pusat.

Dan untuk mengantisipasi segala hal yang tidak diinginkan perlu adanya peningkatan pengawasan.

Hal ini tidak lain adalah agar tidak muncul penyalahgunaan bentuk-bentuk kelembagaan relawan.

“Kalau ada relawan yang tidak memperkuat elektabilitas Jokowi karena gerakannya justru melukai hati rakyat tentu harus dilaporkan untuk dipanggil,” tandasnya.

(apl/JPC)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.