Relokasi Korban Retakan Tanah di Indragiri Ciamis, BPBD Tunggu Penelitian Geologi

56
0
Loading...

CIAMIS –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mengaku masih menunggu hasil penelitian dari Badan Geologi soal keputusan merelokasi rumah warga di Dusun Cilimus Desa Indragiri Kecamatan Panawangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Dadang Darmawan menjelaskan, tim dari Geologi secepatnya akan melakukan penelitian pergerakan tanah di Desa Indragiri.

“Sehingga kita bisa mengetahui hasilnya, apakah nantinya bisa relokasi atau rekayasa rumah atau rekayasa lahan, kita akan pelajari seperti itu,” ujar Dadang kepada Radar, Kamis (7/1) di BPBD Ciamis.

Baca juga : SIAP-SIAP! 15 Januari Warga Ciamis Mulai Divaksin Covid-19

Sampai saat ini, kata Dadang, jumlah bangunan terdampak pergerakan tanah di Desa Indragiri sama dengan data sebelumnya, 25 bangunan.

Loading...

Pergerakan tanah di Desa Indragiri juga, kata Dadang, sampai saat ini masih terjadi. Apalagi, kemarin kawasan tersebut dilanda hujan deras.

BPBD Kabupaten Ciamis, kata Dadang, menugaskan dua anggotanya, yang juga warga setempat, untuk memonitor kondisi pergerakan tanah di Desa Indragiri.

“Upaya logistik yang terdampak sudah dibantu, namun sekarang kita fokus nunggu dari Geologi Jawa Barat datang untuk meneliti kondisi tanahnya,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Plt Kepala Desa Indragiri Kecamatan Panawangan Dadang menjelaskan, mengenai persoalan relokasi masyarakat yang terkena dampak pergerakan tanah, pihaknya akan terlebih dulu bermusyawarah dengan BPD, tokoh masyarakat dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Tentunya akan secepatnya ditindaklanjuti,” kata Dadang.
Dadang juga mengatakan saat ini pihaknya juga menunggu datangnya tim dari Geologi Provinsi Jawa Barat. Termasuk menunggu kesimpulan keputusan status tanah apakah memang layak untuk relokasi atau tidaknya di lokasi tersebut.

“Bila memang benar harus relokasi desa siap, karena memang kalau lahan ada tanah namun tanah pemerintah (negara),” kata dia.

“Namun kami nunggu hasilnya dulu kajian dan penelitian dari Geologi dulu,” ujarnya menambahkan.

Kepala Dusun Cilimus Desa Indragiri Kecamatan Panawangan Ana Rusliana menjelaskan, saat ini pergeseran tanah terus merembet ke bagian kolam-kolam masyarakat dan peternakan ayam serta peternakan domba.

“Jadi sekarang merembet, makanya warga evakuasi ternak semuanya, jadi kami menunggu hasil Geologi dulu. Kami semua mau direlokasi tapi tergantung keputusan pemerintah juga,” ujarnya.

Pemkab Ciamis siap merelokasi warga yang menjadi korban terdampak tanah bergerak di Desa Indragiri Kecamatan Panawangan dan di Kecamatan Kawali.

“Kemarin di Indragiri Panawangan satu RT sudah pindahkan. Tinggal tindak lanjutnya seperti apa. Tinggal bahas bersama-sama nanti,” ujar Bupati di Pendopo Ciamis Rabu siang (5/1).

Di Kecamatan Panawangan, kata Bupati, sebanyak 25 bangunan, termasuk masjid rusak karena terdampak pergerakan tanah. Sedangkan di Kecamatan Kawali sembilan bangunan.

“Sementara belum ada tenda darurat, karena mereka mengungsi di rumah saudaranya masing-masing,” ujarnya.

Mengenai relokasi hunian para korban, kata Bupati, harus dilakukan, karena kalau tidak direlokasi akan berbahaya. Untuk membahas perelokasian bangunan-bangunan milik korban, kata Bupati, akan pihaknya bahas. Termasuk lagan pengganti.

“Kalau di desa ada tanah, kita yang bangun,” ujarnya. “Kalau tidak ada tanah, harus kita beli,” ujar orang nomor satu di Pemkab Ciamis ini. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.