Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.4%

83.5%

5%

0.5%

9.5%

Remaja Berulah Lagi di Dadaha

43365
0
Istimewa TEREKAM KAMERA. Aksi empat pasangan remaja tertangkap kamera yang kemudian dibubarkan oleh petugas keamanan GKKT, Jumat (18/10).

CIHIDEUNG – Beberapa pasang remaja laki-laki dan perempuan kembali diduga melakukan perbuatan mesum di area Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jumat (18/10. Mereka secara terang-terangan mempertontonkan perbuatan tidak senonoh di tempat terbuka sekitar pukul 15.00.

Perilaku amoral para remaja itu pun ditegur oleh pengurus Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT). Salah seorang petugas keamanan Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT) Aji menyebutkan, saat itu ada empat pasangan remaja yang nongkrong tidak jauh dari GKKT. Beberapa kali, dia melihat mereka berpelukan, padahal tempat itu sangat terbuka. “Lokasinya kan lumayan dekat, jadi kelihatan sekali,” ujarnya kepada Radar.

Dia berusaha menegur mereka dengan berteriak, namun mereka seolah acuh. Bahkan, ulah mereka semakin keterlaluan bahkan cenderung mengarah ke perbuatan tidak senonoh. “Makin keterlaluan, sampai pelukan ciuman dan raba-raba, padahal perempuannya pada pakai jilbab,” katanya.

Akhirnya, Aji dan beberapa pengurus DKKT yang ada di lokasi langsung menghampiri mereka. Empat pasangan muda-mudi yang sedang asyik itu pun langsung lari tunggang-langgang. “Mereka langsung pada lari, kabur waktu saya datangi,” tuturnya.

Sekretaris DKKT yang saat itu ada di lokasi, Kepler Sianturi mengaku cukup menyesalkan kejadian itu. Terlebih, keempat pasangan itu masih di usia pelajar. “Kayaknya masih pelajar, masih kecil-kecil soalnya,” ujar dia.

Dia pun tidak habis pikir mereka bisa berani melakukan aksi mesum itu di tempat publik. Karena Dadaha sendiri merupakan lokasi yang banyak dikunjungi masyarakat baik untuk jalan-jalan atau pun olahraga. “Ini kan tempat ramai, ko mereka berani begitu,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.