Remaja Sodomi Delapan Anak

437
0

Pelaku Pernah Jadi Korban saat Masih SD
SINGAPARNA – Remaja berusia 16 tahun berinisial Ek asal Desa Singasari Kecamatan Singaparna menyodomi delapan anak laki-laki berinisial Ar (10), Riz (10), Dik (10), Gil (9), Ad (7), Kev (7), Fir (7), dan Dim (6). Saat ini tersangka sudah diamankan aparat kepolisian.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto menerangkan kasus ini terbongkar oleh kakak salah satu korban Ad (7). Dia mencurigai ada kejanggalan terhadap adiknya. Saat buang air besar (BAB) Ad merasa sakit.
Kemudian, kakak korban mengorek informasi ke Dim (6), temannya Ad. Kakak korban mencoba menyinggung bahwa Dim adalah pacarnya Ek. Dim pun terpancing dan saling lempar dengan Ad. Akhirnya dari sinilah mereka mengaku bahwa telah disodomi oleh Ek. Korban-korban lain pun terkuak. “Dan berangkat dari sana keluarga korban berangkat untuk melaporkan atas kejadian ini ke Polsek Singaparna dan dilanjutkan ke Polres Tasikmalaya,” paparnya kepada Radar saat mendampingi korban melapor ke polisi kemarin (5/12).
Menurut Ato, para korban mengaku disodomi oleh pelaku saat bermain. Bahkan perbuatan bejat itu juga pernah dilakukan di rumah pelaku. “Pelaku melakukan aksinya ini mulai dari dua tahun yang lalu sampai tahun sekarang. Hanya korban tidak menyebutkan waktu tepatnya kejadian sodomi tersebut,” ujarnya.
Saat mengorek informasi dari Ek, Ato menyebut bahwa Ek juga mengaku pernah disodomi saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Namun, Ek tidak menyebutkan pria yang menyodominya.
KPAI, kata dia, akan mengambil langkah pendampingan dengan menghadirkan psikolog untuk memulihkan kejiwaan korban dan pelaku.
Pihaknya ingin memastikan apakah perbuatan pelaku itu merupakan penyakit atau kelainan seksual dan hal lainnya. Karena korbannya cukup banyak.
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Pribadi Atma SPd MH mengatakan pihaknya sudah mendapatkan laporan tentang adanya kasus sodomi yang dilakukan oleh bocah 16 tahun terhadap delapan anak. “Kita sudah menerima laporan dari KPAI. Kami sedang melakukan penyelidikan. Mengumpulkan dan memeriksa alat bukti tentang kebenaran kasus tersebut,” singkatnya. (yfi/dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.