Belum Tentu Diterapkan di Seluruh Daerah

Rencana Pembatasan Usia Kendaraan Masih Digodok

45
0
Muslim MSi

INDIHIANG – Unsur pimpinan DPRD Kota Tasikmalaya meminta masyarakat untuk tetap tenang berkaitan dengan rencana pembatasan usia kendaraan. Aturan tersebut masih dalam pembahasan dan belum tentu diterapkan di seluruh daerah.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSi mengatakan, masyarakat jangan terlebih dahulu reaktif menyikapi rencana itu. Terlebih penerapan belum tentu dilakukan langsung secara menyeluruh terutama ke daerah. “Itu kan masih pembahasan. Tentu dalam menerapkannya perlu waktu dan fase adaptasi dulu,” ucapnya kepada Radar, Senin (7/1).

Dia menyebut tentunya banyak pertimbangan yang harus dihitung dalam pengimplementasian kebijakan tersebut. “Terutama faktor kemampuan masyarakat dalam membeli kendaraan itu kan relatif. Bagi yang mampu, tentu bisa saja, sementara yang tidak mau bagaimana,” kata dia.

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Wahid menyebut tentunya dalam menggulirkan kebijakan harus melalui berbagai tahapan. Seperti sosialisasi dan uji coba. “Yang jelas tidak akan langsung, melainkan ditempuh secara bertahap. Sebelum benar-benar efektif diimplementasikan,” tutur dia.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali mengangkat wacana pembatasan usia kendaraan di Indonesia. Kemenhub mengaku, sudah mendapatkan gambaran perkiraan mengenai implementasi kebijakan pembatasan usia pakai kendaraan pribadi.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, wacana pembatasan usia kendaraan di Indonesia sebenarnya bukan hal baru. Menurutnya, pembahasan mengenai hal ini bahkan sempat mencuat saat perancangan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya memang belum memiliki peta jalan atau penilaian mengenai ren­cana penerapan kebijakan ken­daraan. Namun, sudah ada pembahasan mengenai implementasi kebijakan privasi yang digunakan kendaraan. “Idealnya 10 tahun atau 15 tahun belum bisa diputuskan. Tapi yang jelas gak sampai 15 tahun,” kata Budi, di Jakarta, Sabtu (29/6).

Budi mengungkapkan, ketika awal muncul usulan tentang pem­batasan usia ken­daraan ini, peme­rin­tah se­benar­nya belum berani mene­rapkan ke­bijakan ter­sebut, lantaran mem­perhatikan ke­mam­puan ekonomi. “Kalau sekarang ini kemampuan ekonomi kita kan semakin bagus. Jadi sudah saatnya ada pembatasan usia kendaraan. Terlebih, sejumlah negara maju juga telah menerapkan kebijakan serupa,” ujar dia.

Budi menjelaskan, terkait kebijakan batas usia kendaraan, perlu dipertimbangkan dari berbagai aspek. Faktor utama yang menjadi perhatian adalah, tentang suku cadang kendaraan hingga keselamatan dan populasi kendaraan yang terus meningkat. “Per­tum­buhan ken­daraan dan daya beli masya­rakat ha­rus diim­bangi. Ka­lau ti­dak, mobil sampai ber­­tahun-tahun numpuk di jalan. Bahkan, mobil sudah hancur juga masih dibiarin saja di depan rumah, jadi rongsokan gak jelas,” katanya.

Untuk menindaklanjuti kebijakan ini, Kemenhub dalam waktu dekat akan segera berkoordinasi dengan pi­hak terkait lainnya, dalam melakukan penilaian terhadap kendaraan bermotor. (igi/der/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.