Rencana Superblok Rp4,2 Triliun di Jalan Letnan Harun Kota Tasik, Begini Ceritanya..

263
0
Loading...

KOTA TASIK – Kepastian kapan akan dibangun superblock di Jalan Letnan Harun, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, hingga Selasa (09/02) siang masih sekadar wacana.

Meski demikian, beberapa waktu lalu konsultan telah melakukan ekspos terkait rencana pembangunan superblock dengan nilai investasi sekitar Rp 4,2 triliun itu ke Pemkot Tasik.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tasik, Hadi Riaddy mengatakan, pembangunan superblock tersebut baru ekspos rencana saja.

“Jadi ada konsultan datang ke Pemkot punya rencana akan membangun superblock. Kaitan perizinanya seperti apa ya saya sampaikan secara teknis dan regulasinya,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Selasa (09/02) siang.

Terang dia, dalam pertemuan itu pihaknya menerangkan lokasi pembangunan itu memungkinkan dibangun di Jalan Letnan Harun, tepatnya di lahan depan Kantor Imigrasi.

loading...

“Memungkinkan sepanjang lokasi yang akan dibangun superblock peruntukannya sesuai. Jadi ya saya persilakan saja dan akan ekspos lebih jelasnya lagi nanti,” terangnya.

“Jadi, sudah eksposnya yang dihadiri pak Plt, Sekda dan dinas teknis lainnya. Di ekspos itu telah disarankan untuk koordinasi juga dengan Bagian Tata Ruang apakah memungkinkan atau tidaknya,” sambungnya.

Jadi, tambah Hadi, jika sesuai lokasinya dengan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) maka diperbolehkan untuk membangun superblock di wilayah tersebut.

Tapi kalau tak sesuai RDTR peruntukannya, maka tak akan maju proses perizinannya.

“Nah real-nya saya tahu apakah pihak konsultan itu sudah datang ke PUPR atau tidak. Tapi masing-masing dinas saat usai ekspos itu telah menyampaikan saran dan masukannya,” tambahnya.

Sedangkan dari sisi pihaknya sendiri sebagai DPMPTSP, jelas Hadi, dari sisi penanaman modalnya tentu disambut dengan baik terhadap setiap investor yang masuk.

“Karena dengan ada investor masuk, maka akan ada multi effect yang luas. Terbayang kan di lokasi itu 20 hektare berbagai kegiatan jasa, perdagangan, sosial dan lainnya akan mengundang banyak orang,” jelasnya.

Termasuk, tukas Hadi, tenaga kerja juga akan terserap dengan banyak.

Belum lagi dari sisi ekonomi akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan adanya superblock tersebut.

“Intinya kita akan mendorong itu. Tapi bukan berarti mengabaikan aturan. Ya tetap saja investor harus sesuai dengan prosedur perizinannya. Tapi ya belum ada pengajuan apa-apa sampai sekarang,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.