Renungan untuk Generasi Muda

279
Dr Dedi Ratno MAg

Sudah tentu menjadi topik yang sedang hangat diperbincangkan di kampus-kampus, sekolah, bahkan di masyarakat, tentang pemuda. Di beberapa media juga mulai menampilkan banyak hal terkait pemuda dan perayaannya.
Hari Sumpah Pemuda tentunya menjadi momen penting untuk mengingat seorang pemuda akan eksistensinya. Maka munculah pertanyaan-pertanyaan yang, siapa itu pemuda? Apakah pemuda memiliki potensi? Apa yang harus dilakukan pemuda dan apa yang sudah pemuda berikan untuk bangsa kita ini NKRI?
Makna Pemuda
Secara normatif dan biologis, pemuda adalah manusia yang berusia 15-30 tahun, yaitu manusia yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kedewasaan seperti adanya perubahan fisik dan secara agama adalah manusia yang sudah memasuki fase aqil baligh. Pemuda identik sebagai sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki moralitas. Ciri khas lainnya, pemuda juga manusia yang tak terlepas dari kelemahan dan kelebihan yang melekat pada diri pemuda. Adapun yang menjadi kelemahannya, yaitu kontrol diri dalam makna mudah emosional, mudah naik amarah, sedangkan kelebihan pemuda yang paling menonjol adalah mau menghadapi perubahan. Baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri (agent of change).
Pemuda adalah tumpuan penentu perubahan (agent of change) dan penentu peradaban. Tidak hanya sebagai pengguncang dunia, bisa sebagai penerus bangsa, ataupun sebagai pembela agama.
Pemuda adalah mereka yang memperjuangkan harkat dan martabat bangsa, memberikan keharuman nama bangsa. Pemuda haruslah cerdas. Baik cerdas secara intelektual maupun cerdas spiritual. Sehingga mereka pantas untuk menjadi seorang penerus bangsa.
Potensi Pemuda
Seabreg potensi diantaranya. Pertama, intelektualitas. Pemuda mempunyai kemampuan untuk mengetahui dan merumuskan permasalahan yang ada di sekitarnya dan sudah menjadi konsekuensi bahwa pemudalah yang seharusnya memulai untuk menggerakkan solusi dari berbagai permasalahan tersebut. Pemuda/mahasiswa menjadi harapan setiap lini untuk menjadi solusi dari setiap permasalahan yang muncul di masyarakat.
Kedua, energi. Energi yang dimiliki pemuda adalah yang paling kuat dibandingkan dengan lainnya. Energi ini yang memungkinkan seorang pemuda untuk terus bergerak, mengikuti apapun yang ia mau dan kemanapun arahnya. Energi ini pula yang akan melawan segala rintangan yang ia hadapi. Energi ini akan membentuk seorang pemuda/mahasiswa yang selalu kuat dan pantang menyerah.
Ketiga potensi spiritual dan sosial. Dalam membangun spiritual pemuda merupakan upaya yang terus menerus untuk mendemons­trasikan hidup yang berarti atau bermakna dengan menjaga dan memelihara iman pemuda/mahasiswa serta faktor yang berkaitan supaya dapat mengambil sikap dan keputusan dalam realitas hidup ditengah-tengah kesempatan dan tantangan kehidupan. Orang tua dan mushallah/masjid berperan penting untuk menjaga dan memelihara kehidupan mereka dari awal sehingga mereka mengetahui jalan kebenaran melalui firman-Nya setiap saat, supaya di masa yang akan datangmereka akan menjadi seorang pribadi yang kuat, kokoh dalam imannya dan takutkepada Tuhannya. Sehingga hidupnya menjadi berkah atau berarti bagi sesama (khairun naas an fa ‘uhum lin naas). Ketiga potensi tersebut harus diarahkan kepada hal-hal yang positif, membentuk suatu tempat atau karakter yang bermanfaat bagi dirinya, dan bagi lingkungan sekitarnya, terutama untuk kemajuan bangsa dan negara.
Yang Harus Dilakukan Pemuda
Tentunya pemuda harus mengetahui akan peran yang terdapat pada diri pemuda itu sendiri. Peran terbesar pemuda adalah terjadinya perubahan-perubahan sosial di lingkungan sekitar maupun pada ranah yang lebih luas. Pemuda harus memulai menggali karakter khas yang dimilikinya, karena pada dasarnya setiap pemuda memiliki sifat-sifat khas, antara lain kreatif, kritis, optimis, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Setidaknya ada tiga peran pemuda dalam perubahan sosial, yaitu sebagai agen perubahan (agent of change), agen pembangunan (agent of development) dan agen modernisasi (agent of modernization).
Sebagai agen perubahan, pemuda dapat berkontribusi dengan sikap kritis dan rasa optimistisnya untuk mempengaruhi masyarakat dalam melakukan perubahan melalu aksi nyata. Ia melakukan gerakan penyadaran bagi diri dan masyarakat sehingga dapat menyentuh langsung persoalan sosial. Sehingga lahir pemuda/mahasiswa yang kooperatif dengan semua lini atau dengan setiap komponen.
Sebagai agen pembangunan, pemuda bisa berkontribusi dalam pembangun fisik maupun non-fisik. Dengan jumlah pemuda di Indonesia yang cukup banyak, mereka dapat saling berkolaborasi, terutama dalam kegiatan pembangun yang bersifat kepedulian sosial. Pada agent inilah lahir pemuda-pemuda yang memiliki rasa empati (kepedulian yang tinggi).
Sementara pemuda sebagai agen modernisasi, pemuda dapat menjadi pelopor dalam pembaharuan. Pemuda hari ini hidup dalam teknologi yang serba canggih dan merupakan dari digital native sehingga mereka dapat beradaptasi dengan cepat. Dengan begitu, mereka dapat membantu memperkenalkan teknologi yang baik dan buruk. Dari kecerdasan spiritual yang kuat dalam agent ini akan lahir pemuda/mahasiswa yang memiliki karakter diri hebat dan kuat dengan ciri mereka mampu memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk.
Dengan semangat, energi yang besar pada pemuda maka pemuda diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam perubahan sosial di lingkungan sekitarnya melalui aksi kepedulian. Indonesia dengan datangnya ”bonus demografi”, yaitu fase di mana jumlah penduduk didominasi oleh jumlah usia produktif alias pemuda. Dengan fakta ini, maka sudah seharusnya pemuda dapat menjadi ujung tombak kebangkitan suatu bangsa dan dimulai dengan peran pemuda.
Harapan dan Persembahan Pemuda untuk Bangsa yang Tercinta
Soekarno pernah mengatakan “Beri aku sepuluh pemuda yang mempunyai rasa cinta tanah air yang tinggi, dan dengan pemuda tersebut aku akan merebut dunia”. Saatnya kita para pemuda Indonesia sadar dan bangkit untuk mengapai kemajuan bangsa dengan diisi oleh berbagai hal di segala bidang. Dengan berupaya mengaktualkan potensi diri kita sebagai pemuda yang mempunyai identitas diri, yang berkarakter dan bermartabat. Dulu pada masa-masa keprihatinan bangsa Indonesia mengalami kelesuan untuk menatap masa depan. Maka sangat diharapkan peran aktif, karya nyata yang positif dari pemuda untuk kemajuan bangsa.
Seiring perkembangan zaman dan kondisi persaingan global yang semakin nyata, marilah kita pemuda Indonesia menjaga diri kita dan membentengi diri kita dengan ilmu pengetahuan dan moralitas agama yang dapat membawa kemajuan dalam diri kita dan bangsa Indonesia, baik prestasi akademik, prestasi olahraga,seni dan budaya.
Marilah kita pemuda Indonesia, bersatu padu membangun Indonesia yang maju, mempertahankan kedaulatan tanah air, bermartabat dan disegani oleh siapa pun dan pihak manapun.
Wahai pemuda,mari kita sama-sama menyatukan pikir,tenaga, agama menyinergikan semua potensi pemuda yang dimiliki, untuk Indonesia yang lebih baik, maju, beradab dan makmur sentosa.
“Pemuda harus berkarya dan karya nyata adalah karya yang bermanfaat bagi orang lain, yang dapat menyelesaikan masalah di lingkungan sekitarnya, masalah diri, keluarga dan masalah sosial lainnya yang menyelimuti bangsa ini.” (*)

*) Dosen di STAI Tasikmalaya

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.