Mantapkan Aqidah dan Ahlak Santri, Ressant Galuh Ciamis Lakukan Ini

100
0
PEMBUKAAN. Peserta Diklatsar Ressant Galuh Kabupaten Ciamis mengikuti pembukaan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) di Lapangan Olahraga Permananggala Kecamatan Sadanaya, Sabtu (28/12). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA
PEMBUKAAN. Peserta Diklatsar Ressant Galuh Kabupaten Ciamis mengikuti pembukaan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) di Lapangan Olahraga Permananggala Kecamatan Sadanaya, Sabtu (28/12). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Resimen Santri (Ressant) Galuh Kabupaten Ciamis mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) di Lapangan Desa Gunungsari Kecamatan Sadanaya dari Sabtu sampai Minggu (28-29/12).

Latihan dasar tersebut diikuti 25 Pondok Pesantren se-Kabupaten Ciamis.

Ketua Panitia LDKPS Ressant Galuh Kabupaten Ciamis, Ustaz H Darif Haidar Rif’an mengatakan, pendidikan dan latihan dasar ini sesuai dengan moto, yaitu Percaya Diri, Mandiri dan Peduli.

“Diklatsar ini untuk memantapkan aqidah dan akhlak santri dengan kalimat toyibah dan membangun ketakziman kepada Kiai jangan sampai sikap ini pudar serta lainnya,” kata dia kepada Radar, Sabtu (28/12).

Diharapkan diklatsar, diharapkan mencerminkan santri memilki jiwa pemimpin dan mampu menghadapi perkembangan zaman. Misalnya, santri dilatih mental sehingga mampu menciptakan rasa percaya diri.

“Percaya diri itu sumber keselamatan, karena akan memberikan dorongan untuk santri mendapatkan pengembangan mutunya,” ujar dia.

Selanjutnya, sambung Ustaz H Darif, diklatsar juga diharapkan memperkuat kemandirian dan kemampuan santri untuk bersosial.

“Kemandirian santri harus bisa survival. Upayakan karakter jangan sampai bergantung hidup kepada orang lain,” katanya.

Diklatsar diharapkan dapat membangun kepedulian sosial dan lingkungan. “Dalam acara ini melaksanakan fungsi pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Pembina Ressant Galuh Kabupaten Ciamis KH Muhammad Nurdin menjelaskan pendidikan pelatihan dasar ini agar santri dididik supaya mengetahui, dilatih supaya bisa dan dibina supaya terbiasa.

Jadi, ketika sudah mengikuti diklatsar, mempunyai tiga fungsi yaitu santri mesti menjadi benteng ulama, santri menjadi benteng pertahanan pondok pesantren dan santri harus bisa meringankan beban kesusahan orang lain.

“Santri harus tampil supaya menjadi identitas sehingga menentukan masa depan dengan jiwa besar dan sikap optimis serta hidup berdasarkan syariat Islam,” kata KH Muhammad Nurdin.

Di samping itu, menurutnya, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren pasal 4 menjamin penyelenggara pesantren berfungsi sebagai pendidikan, dakwah, dan pengabdian masyarakat.

Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM mengapresiasi pelatihan dasar kepemimpinan santri, sehingga mempunyai visi yang jelas apa yang dikerjakan dan didapatkan.

“Saya yakin dan percaya santri dibekali latihan dasar ini mudah-mudahan akan tercipta santri yang mempunyai percaya diri yang kuat untuk hidup di masyarakat,” ujarnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.