Rest Area Urug Kota Tasik Dijadikan Hutan Sosial

282
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kanan) seusai dialog bersama masyarakat dan penggiat lingkungan serta Penyuluh Kehutanan Tasikmalaya di rest area Urug, Sabtu (13/10/18) foto: diki setiawan/radar tasikmalaya

TASIK – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar dialog nasional Indonesia Maju, tentang Hutan Sosial bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Rest Area Urug Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, Sabtu (13/10).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr Ir Siti Nurbaya Bakar MSc mengatakan, dialog kali ini membahas soal hutan sosial yang merupakan program pemerintah pusat.

“Kita sampai 2019 targetnya 4,3 juta hektar hutan sosial dibuat se Indonesia. Sekarang baru terealisasi 2,1 juta hektar. Termasuk di Tasikmalaya,” ungkap Siti kepada wartawan di Rest Area Urug, Sabtu (13/10).

Menurut Siti, hutan kota yang berada di Urug sebagian bisa dikelola oleh masyarakat menjadi Hutan Sosial, tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat.

“Masyarakat bisa membentuk kelompok Hutan Sosial dan kebun bibit supaya hutan bisa dikelola dan terawat,” ujar Siti.

Untuk saat ini, terang dia, di Jawa Barat hutan sosial akan dicetak seluas 180 ribu hektar, dan baru terealisasi 14 ribu hektar.

“Kita akan terus percepat, karena program hutan sosial ini lahan hutan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Nanti akan ada pelatihan-pelatihan dari penyuluh kehutanan,” paparnya.

Jadi bisa membuka ruang kesempatan masyarakat untuk membuat hutan produktif.

“Hutan sosial ini nanti akan ditinjau langsung oleh presiden, sampai sejauh mana perkembangannya dan ada evaluasi. Tekad pemerintah berbuat baik dan memberikan solusi kepada rakyat. Jadi bisnis yang berbasis hutan dikelola oleh masyarakat,” jelasnya.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendukung program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mencetak Hutan Sosial, dengan tujuan agar masyarakat bisa ikut mengelola hutan.

“Di Kota Tasikmalaya ada hutan kota yang bisa di kelola menjadi hutan sosial,” kata Ridwan.

Pemprov Jawa Barat, ungkap dia, akan ikut mempercepat target pembentukan hutan sosial di Jawa Barat yang seluruhnya ada 180 ribu hektar. “Kita bantu pusat supaya tahun 2019 target keseluruhan di Jawa Barat, termasuk nasional bisa tercapai,” ungkapnya.

Walikota Tasikmalaya H Budi Budiman menyambut baik percepatan pembentukan hutan sosial di Jawa Barat, termasuk di Kota Tasikmalaya.

Selain program memantapkan infrastruktur perkotaan, pemerintah kota Tasikmalaya juga fokus pemerataan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

“Tasik punya hutan kota, Alhamdulillah ada dorongan dari menteri dan presiden Jokowi, karena lingkungan hidup menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Ada beberapa program-program pemerintah Kota Tasikmalaya salah satunya melalui Dinas Lingkungan Hidup membeli bukit-bukit yang ada di Tasikmalaya.

“Alhamdulillah sudah sembilan bukit kita beli, karena bagaimanapun kita harus menjaga tata ruang kita,” ujar Budi.

Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata Budi, sudah pernah meraih plakat adipura kategori hutan kota terbaik dari menteri lingkungan hidup dan kehutanan.

“Hutannya yang ada di Urug rest area ini, kurang lebih 300 hektar, ini paru-paru kota yang harus dijaga, sebagian bisa dimanfaatkan jadi hutan sosial untuk masyarakat,” paparnya.

Pemkot pun, tambah dia, lima tahun ke depan punya program pertama Kampung Iklim, program kualitas lingkungan air dan udara, penyelesaian pengaduan sengketa lingkungan, cakupan pengelolaan sampah dan pengelolaan TPA Ciangir.

“Mudahan-mudahan kedatangan menteri dan gubernur bertepatan dengan momen rangkaian hari jadi Kota Tasik 17 Oktober 2018 yang ke 17, memberikan berkah bagi semua untuk tasik kreatif tasik resik,” pungkasnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.