Retribusi dari Alat Berat Masih Minim

29
0
Loading...

PANGANDARAN – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran Dadang Dimyati mengatakan target sewa alat berat di Kabupaten Pangandaran masih dinilai terlalu tinggi.

Menurutnya, target retribusi alat berat yang terlalu tinggi dikarenakan ada kesalahan saat penyusunan regulasi yang dituangkan dalam naskah Peraturan Daerah (Perda).

”Untuk itu rumus sewa alat berat sudah kami evaluasi dan pernah dibahas di DPRD, akan tetapi sampai saat ini belum ada keputusan,” jelasnya kepada wartawan Jumat (10/1).

Lanjut dia, ada alat berat yang sebenarnya sudah bukan lagi milik dari DPUTRPRKP, namun rertibusi alat berat tersebut malah dimasukan dalam target.

Baca : Dinas Sewakan Alat Berat Kepada Masyarakat

”Kalau sesuai dengan aset yang ada, insya allah bisa mencapai target,” katanya.

Ia tidak menampik minat penyewa alat berat di Pangandaran memang cukup tinggi, akan tetapi ketersediaan unit alat berat memang masih kurang.

Sementara itu, menurut data dari UPT Peralatan dan Labolatorium DPUTRPRKP capaian retribusi alat berat di Kabupaten Pangandaran masih tergolong kecil. Untuk tahun 2017 capaianya hanya Rp 53 juta, kemudian di tahun 2018 mencapai Rp 55 juta dan tahun 2019 mencapai Rp 64 juta.

Loading...

Untuk harga sewa mesin gilas Rp 500 ribu per 7 jam kemudian harga sewa wiloder cat mencapai Rp 150 ribu per jam. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.