Revitalisasi Alun-Alun Kembali Disorot

65
AUDIENSI. Ormas LMP beraudiensi di Kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKPLH) terkait revitalisasi Alun-Alun Ciamis, Senin (11/3).Iman S Rahman / Radar Tasikmalaya

CIAMIS – Protes hasil revitalisasi Alun-Alun Ciamis kembali mengemuka. Kali ini, Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Ciamis yang menyampaikan kritik terhadap proyek senilai Rp 2,3 miliar itu pada audiensi di Kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKPLH), Senin (11/3).

Ketua Ormas LMP Kabupaten Ciamis Prima Pribadi menyatakan ingin mengetahui sejauh mana proses pengerjaan proyek revitalisasi alun-alun itu. Hasil peninjauan di lapangan, revitalisasi dengan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar tersebut tidak mirip dengan gambar. Maka dari itu, pihaknya menduga ada masalah dalam pengerjaan proyeknya.

“Kami punya kewajiban untuk me-monitoring pekerjaan. Kalau ada temuan tolong diperbaiki,” tutur dia.

Dia mendorong satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bisa mengintrospeksi diri. Setiap proyek harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh agar bisa dinikmati oleh masyarakat. Libatkanlah pihak-pihak berkompeten agar hasil pembangunan itu sesuai.

Kepala Dinas PRKPLH Kabupaten Ciamis Drs H Oman Rohman menghargai audiensi yang dilakukan oleh LMP. Dia meyakinkan bahwa pengerjaan proyek revitalisasi alun-alun sudah sesuai dengan gambar dan tata ruang.

Penggunaan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar juga sudah sesuai. Saat ini, alun-alun tersebut masih dalam tahap pemeliharaan. Pihaknya akan membuat alun-alun itu lebih cantik, bersih dari pedagang dan delman. Program revitalisasinya akan dilaksanakan secara bertahap. “Saya berusaha Alun-Alun Ciamis tetap dijaga serta harus dijadikan taman untuk dinikmati. Kami juga berusaha menjadi yang terbaik dan mudah-mudahan Kabupaten Ciamis lebih baik di masa yang akan datang,” tutur dia. (isr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.