Revitalisasi Pasar Pananjung Terancam Molor

41
0
TINJAU PASAR. Wakil Bupati Pangandaran H Adang Hadari meninjau harga di Pasar Pananjung kemarin (20/5). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Wakil Bupati Pangandaran H Adang Hadari mengatakansebagian pedagang di Pasar Pananjung masih belum sepakat dengan rencana revitalisasi pasar yang akan dilaksanakan tahun 2020.

”Untuk proses relokasi sendiri kita belum memikirkannya, karena ada pedagang yang tidak sepakat dengan proses revitalisasi ini,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan Senin (20/5).

Menurutnya, jumlah pedagang yang belum sepakat soal revitalisasi Pasar Pananjung selalu berubah-ubah setiap pertemuan. ”Padahal DED sudah dibuat tahun 2019 ini, tinggal melaksanakan pembangunan saja,” ujarnya.

Lanjut Adang, bangunan Pasar Pananjung rencananya akan dibuat dua tingkat, dengan total anggaran mencapai Rp 65 miliar. ”Menurut regulasi, jika pembangunan ini tidak dilakukan tahun depan, maka baru bisa dilakukan pembangunan kembali pada tahun 2023,” jelasnya.

Sementara untuk anggaran relokasi, menurut Adang, dibutuhkan anggaran sebanyak Rp 4 miliar. ”Relokasinya pun belum dilakukan, maka anggaran itu digunakan untuk hal lain,” terangnya.

Tambah Adang, banyak pedagang yang tidak mau ditempatkan di lantai dua, sehingga mereka belum memberikan kesepakatan. ”Padahal kondisi pasar sudah tidak nyaman dan becek, namun ketika akan dibangun, mereka belum sepakat,” jelasnya.

Adang tidak mengharapkan revitalisai Pasar Pananjung molor dalam waktu yang lama, mereka akan terus mendorong para pedagang, agar proses pembangunan bisa cepat dilakukan. ”Pembangunan pasar ini sesuai dengan visi misi kita, menjadi tempat pariwisata yang mendunia,” ternagnya.

Harga Stabil

Selain itu, Wakil Bupati Pangandaran H Adang Hadari memastikan harga bahan pokok di Pasar Pananjung Pangandaran cenderung stabil. ”Bahkan harga bawang putih sudah turun, kini ada dikisaran Rp 30 ribu dari Rp 58 ribu,” jelasnya.

Namun, ada juga pedagang yang masih menjual dikisaran Rp 50 ribu, tapi itu merupakan barang atau stok lama. ”Jadi itu hanya untuk stok lama, kalau yang lain sudah diangka Rp 30 ribu,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran Tedi Garnida mengatakan kebutuhan daging dan telur ayam menjelang Idul Fitri nanti diperkirakan meningkat drastis. “25 ton per hari untuk daging ayam dan telur, kalau hari biasanya paling 13 ton,” jelasnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.