Pemkot Akan Alihkan Anggaran Revitalisasi ke Pasar yang Lain

Revitalisasi Pasar Pancasila Batal, Dana Rp 6 M Dialihkan ke Tempat Lain

313
0
Pasar Pancasila Kota Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Pemerintah Kota Tasikmalaya tahun ini batal merevitalisasi Pasar Pancasila. Pasalnya, tak ada kesepakatan antara pemerintah dengan para pedagang, soal perbaikan bangunan kios. Pemerintah hanya memiliki anggaran untuk 200 kios.

Sedangkan pedagang menginginkan semua kios, sebanyak 309 diperbaiki. Tidak ada jalan keluar. Buntu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasik­malaya Ivan Dicksan mengaku su­dah berulangkali mengonsultasikan revitalisasi Pasar Pancasila ke pemerintah pusat.

Tujuannya, agar dana Rp 6 miliar —dari Kementerian Perdagangan untuk perbaikan 200 kios— bisa disesuaikan dengan jumlah perbaikan tempat berjualan di Pasar Pancasila yang mencapai 309 kios.

“Pusat punya standar dalam penyerapan anggaran revitalisasi. Prototype-nya seperti itu (untuk 200 kios, Red) dan tidak bisa diubah,” ujarnya kepada Radar, Minggu (27/5).

Ivan juga mengaku pemkot sudah berupaya musyawarah dengan para penghuni kios soal perbaikan 200 kios di Pasar Pancasila. Namun hasilnya tetap nihil.

Meskipun Pemkot sudah berupaya menjelaskan bahwa sisa kios yang tidak terakomodir di revitalisasi akan diupayakan mendapatkan perbaikan nanti.

“Kita sudah tawarkan untuk direvitalisasi sebagian dulu, kan ada yang beru diperbaiki pemkot pasca kebakaran tempo lalu. Tetapi kalau pedagang tetap tidak sepakat, ya alternatifnya (dana untuk revitalisasi Pasar Pancasila, Red) kita alihkan ke pasar lain saja alokasinya,” jelas dia.

Adapun kondisi Pasar Pancasila yang semakin memburuk jika dana revitalisasi jika nantinya dialihkan, Ivan akan melihat sumber anggarannya. Karena bisa dari bantuan Pemprov Jabar atau pemerintah pusat.

Kalau dari APBD Kota Tasikmalaya? “Kita lihat kemampuan APBD kita. Barangkali bisa. Kita akan cari sumber alternatif lain,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindag Kota Tasikmalaya H Uron menjelaskan pihaknya sudah melaporkan batalnya revitalisasi Pasar Pancasila. KUMKM Perindag sudah melaporkan hal itu ke Komisi II DPRD.

“Sebab ada penolakan dari pedagang. Kita menunggu instruksi selanjutnya dari hasil musyawarah yang menuai penolakan beberapa waktu lalu,” singkatnya.

Wakil Ketua Himpunan Pedagang Pasar Pancasila H Daris Mudarisin, sebelumnya, mengatakan Perindag seharusnya tidak berhenti mencari tambahan anggaran setelah Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 6 miliar ditolak pedagang, karena tidak cukup untuk memperbaiki seluruh kios.

“Kalau tidak bisa, harusnya malu dengan daerah yang masih balita. Tapi pasarnya sudah bagus,” ungkapnya saat dihubungi Radar, Jumat (25/5).

Dia meminta pemerintah kota (pemkot) tidak tinggal diam dalam menyejahterakan para pedagang Pasar Pancasila. Maka dari itu, pembangunan pasar ini harus dilakukan secara sungguh-sungguh agar bisa bersaing dengan pasar modern yang kian menjamur.

“Rencananya kan Pasar Pancasila itu akan dijadikan ikon pasar tradisional dengan suasana modern,” katanya.

Kemarin, kata dia, para pedagang juga sudah berdiskusi mengenai perbaikan pasar. Bahkan, ada rencana pedagang akan gotong royong mengumpulkan dana sendiri untuk memperbaiki pasar.

“Selain dari pedagang kita harapkan juga ada donatur dari luar,” terangnya.

Kota Tasikmalaya, terang dia, terbilang lebih maju dari daerah sekitarnya. Maka, seharusnya keberadaan pasar juga lebih berkembang. Termasuk Pasar Pancasila.

“Sekitar tahun 2014 pernah ada rencana untuk dibangun jadi tiga tingkat. Tapi anggarannya belum ada,” ujarnya.

(igi/rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.