Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.8%

20.5%

8.5%

66.2%

Revitalisasi Pasar Pancasila & Cikurubuk Kota Tasik Diajukan Ulang

608
0
TERTUNDA. Pengendara sepeda motor melintas di blok A1 Pasar Cikurubuk, Minggu (7/6). Revitalisasi bangunan pasar tersebut dibatalkan dan dilanjutkan tahun 2021. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Revitalisasi pasar tradisional Pancasila dan Cikurubuk dibatalkan efek dari pandemi Covid-19.

Dinas KUMKM Perindag sudah mengajukan ulang revitalisasi kedua pasar itu untuk tahun 2021.

Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya H M Firmansyah mengatakan dana revitalisasi termasuk anggaran yang dipangkas untuk refocusing penanganan Covid-19.

Baca juga : Begini Wisuda Virtual SMA Al Muttaqin Kota Tasik

Akhirnya rencana perbaikan pasar itu pun dibatalkan. “Dananya sudah dialihkan, jadi revitalisasi dibatalkan,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (7/6).

Revitalisasi sebelumnya sudah berjalan dengan tahapan berbeda. Revitalisasi blok A1 pasar Cikurubuk prosesnya dalam penyusunan Detail Enginering Design (DED), sementara pasar Pancasila tinggal masuk proses lelang.

Berdasarkan arahan dari pihak provinsi pemerintah daerah diminta untuk mengajukan ulang anggaran untuk revitalisasi tersebut.

Hal itu pun sudah dilaksanakan oleh Dinas KUMKM Perindag beberapa waktu lalu. “Jadi tidak otomatis, kami lakukan pengajuan ulang,” katanya.

Dalam pengajuan ulang itu Dinas tetap mencantumkan anggaran yang serupa dengan angka sebelumnya.

Rp 15 miliar untuk pasar Pancasila secara me­nyeluruh dan Rp 5 miliar untuk blok A 1 Ciku­rubuk yang belum diperbaiki pasca kebakaran tahun 2015 silam.

Diakui H Firmansyah, harga material untuk pembangunan bisa berubah sewaktu-waktu. Namun pihaknya tetap mengajukan angka yang sama dengan pengajuan sebelumnya.

“Acuan kita tetap anggaran sebelumnya, jika ada perubahan kita lihat situasinya nanti,” terangnya.

Dengan tidak adanya perubahan angka pengajuan, maka prosesnya tidak mentah lagi.

Sehingga hasil pekerjaan sebelumnya tidak mubazir. “Misalnya untuk pasar Pancasila kita tinggal langsung lelang, DED-nya tidak harus dibikin ulang,” ujarnya.

Baca juga : Karantina Mikro di Buninagara Kota Tasik Dihentikan, Warga Minta Ganti Rugi

Pihaknya meminta kepada warga pasar bisa memaklumi dengan pembatalan revitalisasi ini.

Pasalnya tidak ada yang menyangka wabah Covid-19 akan datang dan menghambat pembangunan yang dilakukan pemerintah. “Sebelumnya kan kita target Maret kemarin sudah dimulai, tapi karena pandemi ya mau bagaimana lagi,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.