Revitalisasi Pasar Pancasila Harus Menyeluruh

42
0
Ichwan Saffa Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya

INDIHIANG – Bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat senilai Rp 15 miliar bisa mem­bantu Pe­merintah Kota (Pemkot) Tasik­malaya untuk mere­vitalisasi seluruh kios di Pasar Pan­casila.

“Memang baik­nya sekaligus, sebab tahun lalu saja dana revitalisasi yang dianggap tidak mencukupi untuk revitalisasi pasar secara keseluruhan, ditolak para pedagang. Akhirnya dialihkan membangun pasar di Awipari,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Ichwan Saffa.

Pemkot, kata dia, harus mematangkan grand design revitalisasi Pasar Pancasila agar anggaran dari provinsi ditambah dari pemkot bisa mencukupi untuk memperbaiki 309 kios di pasar itu. “Sehingga leluasa, ketika per­lu nanti di-support juga oleh APBD kota, tinggal dialokasikan dan pasar benar-benar dapat dibenahi dalam sekali pekerjaan,” kata Ichwan.

Politisi PBB itu menyebut, pada 2018, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUMKM-Perindag) sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk revitalisasi Pasar Pancasila. Namun, anggaran tersebut hanya bisa memperbaiki 200 kios sehingga warga pasar saat itu menolak revitalisasi. Beda halnya bila ada bantuan Rp 15 miliar dari pemprov, tentu revitalisasi pasar bisa lebih leluasa. “Semoga ini bisa terealisasi, sehingga pemkot hadir di tengah keresahan warga pasar yang saat ini merasa waswas dengan kondisi bangunan yang seperti itu,” kata dia.

Anggota Komisi III DPRD Kota Tasik­malaya Bagas Suryono menambahkan, perencanaan dalam merealisasikan program pembangunan pasar itu harus benar-benar matang. Beberapa kegiatan di tahun ini yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat tengah mengalami keterlambatan. “Maka pelaksanaan nanti harus sesuai perencanaan dan mekanisme tahapan yang matang supaya tidak terkesan ngebut penggarapan,” katanya. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.