Argentina v Guatemala

Revolusi Tim Tango

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

LOS ANGELES – Argentina akan menghadapi Guatemala dalam laga uji coba di Los Angeles, Sabtu (8/9) siang. Laga di Coliseum Stadium ini menjadi awal revolusi Tim Tango.

Rencana perombakan besar terlihat dari daftar pemain yang dipanggil pelatih sementara Lionel Scaloni. Selain Lionel Messi yang belum memutuskan masa depannya di timnas, seluruh pemain “senior” juga sudah tidak masuk daftar pemain menghadapi Guatemala dan Kolombia.

Barisan pemain berusia di atas 30 tahun yang bermain di Piala Dunia 2018 sudah tidak dilirik lagi termasuk Ever Banega, Angel Di Maria, Sergio Aguero, Gonzalo Higuain, Enzeo Perez, hingga Willy Caballero. Mereka digantikan darah muda seperti Giovanni Simeone, Alan Franco, Giovani Lo Celso, Cristian Pavon, hingga gelandang 19 tahun Exequiel Palacios.

Scaloni sendiri menegaskan tidak tahu bagaimana karier internasional pemain senior itu, khususnya Messi. “Kami sudah membicarakannya. Saya pikir sudah jelas, kami berbicara dengannya dan kami akan melihat pada daftar berikutnya jika dia kembali atau tidak,” katanya dikutip dari Goal.

“Saya tidak berpikir dibenarkan untuk berbicara tentangnya (Messi) sekarang, sehari sebelum pertandingan. Aku yakin kita akan melihat apa yang terjadi di masa depan,” kata mantan bek Argentina berusia 40 tahun itu.

Karena generasi Messi sudah tidak ada lagi, Scaloni akan memainkan sebagian besar wajah baru, khususnya di lini depan. Dalam latihan yang dilakukan Argentina, untuk laga kontra Guatemala, Scaloni menyiapkan Cristian Pavon, Giovanni Simeone dan Gonzalo Martinez.

Awalnya, Scaloni berencana memainkan Mauro Icardi. Hanya saja, bomber Inter Milan berusia 24 tahun itu mengalami kendala kebugaran sehingga tempatnya diambil Simeone. Simeone sendiri adalah putra pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone yang bermain untuk Fiorentina.

“Saya sangat senang. Ketika Lionel (Scaloni) menelepon saya, saya menjadi sangat emosional untuk mendapatkan kesempatan ini dan saya akan memberikan segalanya,” kata Simeone yang tahun ini berusia 23 tahun dikutip dari Mundo Albiceleste.

Pilihan bermain dengan pemain muda, menjadi opsi masuk akal bagi Argentina. Pasalnya, lawan mereka memang relatif lebih enteng dan juga bermasalah. Seperti diketahui, karena skandal korupsi, FIFA menjatuhkan sanksi terhadap Guatemala pada 2016 dan baru dicabut Mei lalu.

Walau begitu, Pelatih Guatemala, Walter Claverí mengharapkan anak asuhnya memberikan pertunjukan yang bagus bagi fans mereka menghadapi Argentina dan Ekuador. Ia juga mengharapkan timnya bisa mencari pengalaman dari pertandingan ini.

“Kami tahu apa level kami, kami tidak perlu menipu diri kami sendiri atau para fans. Saya melihat pertandingan melawan Argentina dan Ekuador merupakan peluang besar untuk belajar dan mencuri sesuatu,” kata Claverí dikutip dari hoylosangeles. (amr/fin)

loading...