Ribuan Awak Angkutan Dirumahkan, Perusahaan Bus di Kota Tasik Rugi Puluhan Miliar

1656
0
TAK BEROPERASI. Pengendara motor tidak bisa masuk ke Pul Primajasa karena terpasang penghalang sebagai penanda bus tidak beroperasi, Minggu (26/4). Hal ini seiring laragan mudik yang diberlakukan pemerintah pusat. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Dampak larangan mudik dari pemerintah pusat membuat perusahaan angkutan bus berhenti beroperasi. Efeknya ribuan awak angkutan harus dirumahkan.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Tasikmalaya Irwan Nur Komara menjelaskan saat ini perusahaan angkutan darat memilih tidak beroperasi. Pasalnya, tidak ada penumpang yang harus diangkut karena larangan mudik. “Kami enggak dilarang beroperasi, tapi tidak boleh mengangkut penumpang, jadi buat apa beroperasi,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (26/4).

Baca juga : Soal Pengadaan Barang, Pansus Akan Panggil Bagian Umum Pemkab Tasik

Setiap harinya, kata Irwan, di Kota Tasikmalaya untuk angkutan bus yang beroperasi lebih dari 400 unit. Dan saat ini hampir semuanya hanya nangkring di garasi dan pul. “Sopir, kondektur pun akhirnya dirumahkan,” terangnya.

Untuk setiap unit bus, dikendalikan oleh dua sampai empat personel angkutan. Jika dikalkulasikan, total awak angkutan yakni sopir dan kondektur jumlahnya mencapai 1.500 orang. “Sekitar 1.500 orang, belum lagi pegawai selain sopir dan kondektur,” terangnya.

Disinggung angka kerugian, pihaknya tidak mengetahui secara pasti. Namun angka yang dibahas bukan jutaan lagi tapi sudah mencapai miliaran dalam sebulan. “Paling sedikit perusahaan itu kerugian dalam sebulan itu sekitar Rp 2,5 miliar, apalagi kalau perusahaan bus yang besar, bisa Rp 10 miliar lebih kerugian,” katanya.

Loading...

Irwan menyesalkan kebijakan larangan mudik ini, sebab tidak ditentukan batas waktu dan membuat perusahaan angkutan umum kebingungan. Karena bagaimana pun perusahaan harus tetap memberi kompensasi kepada pekerja atau karyawan yang dirumahkan. “Karena kan dengan waktu yang tidak ditentukan, padahal Ramadan itu biasanya penumpang lagi banyak-banyaknya,” jelas dia.

Terpisah, Manajer Operasional PO Budiman Tasikmalaya Ahmad Lujen mengatakan semua awak bus sudah dirumahkan dengan diberikan kompensasi dari perusahaan. Namun dia tidak mengetahui berapa jumlah pasti pekerja yang dirumahkan. “Hampir semua dirumahkan, kalau enggak beroperasi mau ngerjain apa,” katanya.

Namun, kata dia, ada sekitar tiga unit bus yang disiagakan, mengingat beberapa trayek masih berpeluang untuk beroperasi. Itu pun disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di mana dia membuka layanan pemesanan tiket online. “Kita masih kejar peluang-peluang itu,” katanya.

Baca juga : Sebagian Ketua RW di Kota Tasik Tolak Bantuan dari Pemprov Jabar, Ini Alasannya

Disinggung soal kerugian, dia mengaku tidak punya kapasitas untuk memaparkannya. Yang pasti, dengan kondisi seperti ini tidak ada perusahaan angkutan darat yang tidak rugi. “Kalau rugi pasti rugi, karena tidak ada pendapatan,” pungkasnya.

Pantauan Radar, pul Primajasa pun sudah tidak lagi beroperasi. Di pintu masuknya terpasang tali dan juga rambu-rambu penghalang akses jalan. Beberapa kali terlihat pengendara hendak masuk namun terheti setelah menyadari akses ke tempat itu dihalangi. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.