Ribuan Santri Baru Bakal Masuk Tasik, Harus Difasilitasi Protokol Kesehatan

800
0

SINGAPARNA – DPRD Kabupaten Tasikmalaya mendorong pemerintah daerah untuk memperhatikan dan memfasilitasi kedatangan ribuan santri yang akan masuk ke pondok pesantren di Kabupaten Tasik, Jumat (29/5).

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Fraksi PKB, Ami Fahmi ST meminta dan mendorong pemerintah daerah untuk hadir memfasilitasi kedatangan para santri ke pesantren dengan protokol kesehatan yang dianjurkan.

“Dalam hal penerimaan santri baru dan kembalinya santriwan santriwati yang berasal dari luar daerah. Pemerintah daerah harus melakukan protokol kesehatan di setiap pondok pesantren,” kata Ami, kepada Radar.

Memfasilitasinya, kata Ami, misalnya dengan pelaksanaan rapid test atau alat pengukur suhu serta himbauan pemerintah.

“Di dalam penyaluran bantuan juga pemerintah harus menerjunkan SKPD. Masa santri tidak difasilitasi,” papar dia.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya Fraksi PKB yang juga Ketua PC GP Ansor, Asep Muslim menambahkan, Ansor menyikapi terkait akan dimulainya lagi kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Tasikmalaya menjelang berakhirnya masa belajar di rumah 1 Juni 2020, sesuai SE Bupati Tasikmalaya nomor 400/0173 disdikbud/2020.

“Kami minta bupati segera mengadakan evaluasi dengan melibatkan semua stakeholder sebelum dilaksanakan kembali proses belajar mengajar.
Awal Juni juga bertepatan dengan berakhirnya libur ramadhan di pondok pesantren,” ungkap Asep.

Artinya, ungkap dia, ribuan santri dari dalam dan luar daerah akan kembali ke Tasikmalaya untuk menuntut ilmu di pondok pesantren.

Dalam hal ini diharapkan bupati membuat protokol kesehatan bagi santri dan pesantren, supaya pesantren di Tasikmalaya menjadi zona sehat bebas covid19.

(diki setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.