Ribuan Warga Kota Banjar Pelanggar Prokes Ditindak Petugas

34
0
PATROLI PROKES. Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih memberi sanksi kepada pelanggar prokes kemarin. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
PATROLI PROKES. Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih memberi sanksi kepada pelanggar prokes kemarin. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Tim penindak pelanggar protokol kesehatan (prokes) Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar telah menindak 3.353 pelanggar atau masyarakat yang kedapatan tidak memakai masker atau tidak menerapkan prokes.

“Itu merupakan bentuk perhatian kita terhadap masyarakat. Diingatkan agar selalu disiplin dan patuh untuk menerapkan protokol kesehatan,” kata Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih, Selasa (29/12) kepada wartawan.

Terlebih, kata dia, hingga saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Banjar terus meningkat dan setiap harinya bertambah. Juga kasus yang meninggal dunia. Bertambah. Bahkan, tiga ASN di Kota Banjar yang meninggal akibat Covid-19.

Maka dari itu, Hj Ade masyarakat jangan abai dan kendor dalam menerapkan protokol kesehatan supaya terhindar dari penularan virus corona. Karena wabah Covid-19 tidak tahu akan berakhir sampai kapan.

“Salah satu upaya agar tidak terpapar prokes diperketat lagi. Minimal memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun serta hindari kerumunan,” tandasnya.

Baca juga : Warga Kota Banjar tak Perlu Ragu untuk di-Vaksin Covid-19

Ade menambahkan, penegakkan disiplin prokes akan terus dilakukan sampai Kota Banjar kembali ke zona hijau. Dia berharap wabah Covid-19 bisa segera selesai, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi.

Diakuinya, kebanyakan pelanggar yang ditindak mereka diberi sanksi sosial agar timbul efek jera sehingga dengan sendirinya masyarakat sadar untuk selaku patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Sebentar lagi pergantian tahun baru, Ibu (wali kota menyebut dirinya, Red) berharap agar masyarakat tidak merayakan, apalagi sampai menimbulkan kerumunan karena tim akan bergerak membubarkan, supaya tidak timbul klaster baru,” ujarnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.