Ribuan Warga Priangan Timur Berdu Nasib Jadi PNS di Kota Tasik

163
0
grafis: niz / radar tasikmalaya

CIHIDEUNG – Fenomena kenaikan kasus positif Covid-19 di tanah air, khususnya di Kota Tasikmalaya harus menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Rekrutmen CPNS, yang akan dilaksanakan 1 Oktober mendatang.

Pengamat Pemerintahan Tasikmalaya, Asep M Tamam mengungkapkan petugas keamanan harus tegas dalam mengawasi para peserta yang akan mengikuti seleksi di Kota Resik. Apalagi, tidak hanya peserta dari dalam kota, melainkan pelamar bagi formasi se-Priangan Timur.

Baca juga : Venue Gantole & Paralayang Pasir Gorowong Tasik Butuh Penyempurnaan

“Sebab, belakangan ini masyarakat sudah merasa aman setelah kelonggaran pasca PSBB, keteledoran kerap terjadi dan otomatis pelaksanaan seleksi nanti harus dipertegas kaitan protokol kesehatannya,” ucap Asep kepada Radar, Jumat (18/9).

Menurutnya, Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya belakangan ini dengan tegas akan mengevaluasi kegiatan-kegiatan di masyarakat, terutama yang berpotensi mengumpulkan massa dengan skala besar.

Maka dari itu, pada seleksi mendatang, kegiatan yang notabene program nasional dari pemerintah haruslah menjadi contoh bagi masyarakat.

“Dalam suatu kegiatan terkadang petugas keamanan kewalahan karena banyaknya peserta. Maka harus disiasati agar tidak terjadi risiko penyebaran dalam seleksi abdi negara,” harapnya.

Selain itu, kata dia, para peserta pun haruslah mendisiplinkan diri, apalagi sebagai calon pelayan masyarakat harus mampu menunjukkan wibawa dan mental pamong. Kemudian di lokasi penyelenggaraan seleksi pun, panitia harus memberikan contoh positif agar peserta mengikuti jalannya seleksi dengan tertib.

“Harus menjadi teladan, itu kan jelas program pemerintah dan dilaksanakan para abdi negara dalam merekrut calon abdi negara juga,” kata Dosen Institut Agama Islam Cipasung itu.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Sumberdaya Manusia Kota Tasikmalaya, Gungun Pahlagunara mengatakan pihakya sudah mendapat restu dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Berkaitan pelaksanaan lanjutan seleksi CPNS Tahun 2019, yang akan digelar di STMIK Tasikmalaya. “Sudah ada izin dari gugus tugas, namun tentunya ada persyaratan bagi peserta yang mengikuti SKB,” tuturnya.

Ia mengakui ada catatan khusus bagi panitia pelaksana, dalam memastikan tidak terjadinya risiko penyebaran pada kegiatan seleksi.

Persyaratan tersebut, kata dia, salah satunya menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari pengecekan suhu tubuh, menggunakan face shield, masker dan sarung tangan.

“Ketika suhu tubuh peserta di atas 37 derajat, dipersiapkan ruang khusus. Namun jika tim medis tidak merekomendasikan, maka akan mengikuti tes pada sesi cadangan,” kata dia.

Jumlah sesi seleksi per harinya, lanjut Gungun, juga mengalami pengurangan. Biasanya dalam satu hari mencapai lima sesi, menjadi tiga saja.  Sebelum dan sesudah pelaksanaan tes, ruangan akan disterilisasi oleh tim kesehatan.

“Kapasitasnya pun, biasanya itu 500 pelamar dalam satu sesi, sekarang per sesi hanya 250 pelamar. Begitupula sesinya menjadi tiga,” ujar Gungun.

Selama tes berlangsung, direncanakan sebanyak 5.578 pelamar yang akan beradu nasib untuk mengisi formasi di Kota Tasikmalaya, Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran dan Garut.

Formasi untuk Kota Tasikmalaya sendiri hanya 264 orang saja. Namun, pelamar yang lolos sampai tahap SKB sebanyak 671 orang.

“Formasi rata-rata terisi, namun untuk formasi elektromedik tidak ada yang lulus pada tahapan tes sebelumnya,” jelas dia.

Sekda Kota Tasikmalaya, H Ivan Dicksan menjelaskan peserta untuk formasi penempatan di Kota Tasikmalaya akan dites di awal, lalu disusul Kabupaten Garut.

Sementara Kabupaten Tasikmalaya dijadwalkan pada giliran terakhir selama dua hari.

“Nah, pada 29 September nanti, akan kita laksanakan simulasi atau gladi resik, berkaitan persiapan supaya pada saat pelaksanaannya nanti lancar,” ucap Ivan usai menghadiri rapat persiapan SKB pengadaan CPNS Tahun 2019 di aula Bale Kota Tasikmalaya, Kamis (17/9).

Menurutnya, Gugus Tugas bakal bekerja ekstra pada pelaksanaannya. Sebab, banyak peserta berasal dari luar daerah yang melaksanakan tes di Kota Tasikmalaya.

Baca juga : Kepala Puskesmas Singaparna & Bidan Puskesmas Sukahening Tasik Positif Corona

“Maka kita tekankan peserta supaya fokus datang ke Tasik untuk seleksi, jangan ke tujuan lain. Protokol kesehatan dipenuhi, dan harus dipastikan baik di lokasi maupun sekitar lokasi itu hanya peserta saja,” tuturnya memaparkan.

Apabila peserta di antar keluarga, lanjut Ivan, hanya boleh mendrop peserta saja. Tidak diperkenankan berada di area tempat seleksi. “Kemudian perlengkapan pribadi sendiri, kalau di antar, boleh untuk drop saja,” kata dia. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.