Ridwan Kamil Tunda Umumkan Cawagub

231
0
Ridwan Kamil

JAKARTA – Rencana Ridwan Kamil maju sebagai Gubernur Jawa Barat pada pilkada serentak 2018 terancam kandas. Pasalnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mengancam akan mencabut dukungannya seperti Golkar dan PPP. Alhasil, partai politik yang tersisa menjadi perahu Walikota Bandung itu hanya tinggal NasDem.

Wakil Bendahara Umum DPP PKB, Rasta Wiguna menuturkan Ridwan Kamil yang tak segera menetapkan calon wakil gubernur mendapat perhatian para kiai serta pimpinan PKB. Seharusnya Ridwan Kamil, sudah bisa memilih wakilnya merujuk ke rekomendasi para tokoh Jawa Barat (Jabar) yang melakukan telaah terhadap para calon yang diajukan partai pengusung.

”Ridwan Kamil yang mengulur-ulur waktu mengumumkan cawagub mendapat sorotan para kiai. Terlebih ada kemungkinan Ridwan Kamil mengabaikan rekomendasi para tokoh Jabar,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (19/12).

Hasil telaah tim pansel atas para calon pendamping Ridwan Kamil yang dilakukan Minggu (17/12), papar Wiguna, menempatkan politisi PKB, Maman Imanulhaq di posisi puncak diikuti politisi NasDem, Saan Mustopa dan politisi PPP Uu Ruzhanul Ulum. Pansel bentukan Ridwan Kamil terdiri dari 10 tokoh Jabar, dikomandani oleh mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK), Erry Riyana Hardjapamekas. Anggota Pansel antara lain, Tjetje Padmadinata, Betti Alisjahbana dan Aat Soeratin. Namun, Ridwan Kamil tak segera menentukan pilihan meski sudah mendapat rekomendsai dari para tokoh Jabar. Menurut Rasta Wiguna hal itu membuat para kiai marah. ”PKB sangat menghormati suara para kiai. PKB siap menarik dukungan untuk Ridwan Kamil jika ia tak mengindahkan rekomendasi para tokoh Jabar,” ujarnya.

Dikonfirmasi, Ridwan Kamil tak mengindahkan ancaman tersebut. Dia menyatakan akan secepatnya mengumumkan siapa nanti sosok yang menjadi pendampingnya. Kendati demikian, sambung Ridwan, rencana awal akan diumumkan, Rabu (20/12), dirinya memutuskan untuk menunda pengumuman lantaran ada beberapa hal yang masih perlu disosialisasikan kembali. ”Mungkin besok agak tertunda sedikit karena masih butuh waktu menyosialisasikan hasil dari opini tokoh-tokoh Jabar. Saya butuh waktu,” ucap Emil kepada wartawan, Selasa (19/12).
Disinggung kapan waktu untuk mengumumkan nama tersebut, Emil mengaku, masih membutuhkan waktu. Namun, dipastikan dalam pekan ini nama tersebut bisa diumumkan. ”Sehari-dua hari (Kamis-Jumat, Red) lah. Tapi yang pasti tidak besok,” tandasnya.

Emil mengatakan keputusan untuk mengundur waktu pengumuman tersebut lantaran ada beberapa orang yang belum sempat dihubungi. Sehingga, dirinya merasa membutuhkan waktu untuk mengambil keputusan.
Sementara, pengamat politik dari Universitas Padjajaran, Muradi menilai, kondisi Emil sudah diujung tanduk. Terlebih, Emil mengulur-ulur waktu dalam mengumumkan pendampingnya. Jika PPP dan PKB pergi, maka situasi ini akan menjadi mimpi buruk bagi Emil. Pasalnya, sambung Muradi, Emil tak bisa dicalonkan sebagai bakal cagub dari jalur parpol dikarenakan persyaratan calon yang diusung parpol harus mengantongi 20 kursi di DPRD. Sementara, NasDem hanya memiliki 5 kursi.

”Bisa jadi impian Emil maju akan kandas. Kang Emil tak bisa dicalonkan, kalaupun Hanura mendukungnya nanti pun masih belum cukup syaratnya, kecuali ada kesepakatan bersama antara PDIP dengan Golkar untuk mereka bersepakat mencalonkan Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil, tapi itu cuma mukjizat,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (19/12).

Muradi berpendapat, potensi retaknya partai koalisi dan Ridwan Kamil sudah terlihat sejak lama. Ia menilai Ridwan Kamil kurang menganggap koalisi parpol yang mengusungnya sebagai sesuatu yang berharga dan penting bagi pemenangannya. ”Nah, saya melihat Emil tak melihat parpol itu memiliki peranan penting, Emil malah jalan sendiri, punya tim sendiri, tidak punya perasaan, sehingga membuat parpol menjadi jengah,” tuturnya.

Sebelumnya, Partai Golkar telah mencabut sokongan bagi Ridwan Kamil. Namun Ridwan Kamil masih didukung tiga partai yakni NasDem, PPP dan PKB dengan total 21 kursi DPRD Jabar. Tetapi jika PKB, yang punya tujuh kursi DPRD, mencabut dukunganya, maka langkah Ridwan Kamil ke Pilgub Jabar 2018 bakal sulit. Ia harus mencari partai pendukung baru untuk mengenapi syarat minimal 20 kursi DPRD Jabar. Persoalan bertambah pelik saat PPP juga mengancam cabut dukungan. Alasannya sama, jika nantinya Emil tak memilih kader PPP yang juga Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum.

Konsisten Dukung RK
Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem Kota Tasikmalaya Abdul Haris mengaku konsisten mendukung RK sejak awal sampai saat ini, walaupun kondisinya masih sangat dinamis. “Golkar mencabut dukungan tidak jadi masalah karena mendukung atau tidak merupakan hak partai, karena tanpa Golkar juga RK bisa tetap maju dengan koalisi tiga partai ini,” ujarnya kepada Radar, kemarin (19/12).

Ada pun rencana PPP dan PKB mengikuti jejak Golkar, sambung Haris, hal itu hanya merupakan manuver PPP dan PKB supaya yang dipilih RK sebagai calon wakilnya dari utusan kedua parpol tersebut. “Apalagi yang menyatakan cabut dukungan dari PKB dan PPP semuanya pengurus wilayah bukan dari DPP,” paparnya.

Haris meyakini jika PKB dan PPP tidak akan mencabut dukungannya kepada Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar 2018. Karena sejauh ini, berdasarkan informasi dari DPW ketiga partai koalisi masih sangat solid untuk mengusung RK. “Saya yakin RK tidak akan ditinggalkan oleh koalisi ini,” tandasnya.(yfi/aen/JPG)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.