RIPH Bikin Harga Melonjak Tajam

35
0

JAKARTA – Kebijakan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) yang diterbitkan Kementerian Pertanian (Kementan) telah meresahkan masyarakat. Pasalnya harga bawang putih menjadi melonjak tinggi dari normal Rp 17.000 per/kg menjadi Rp 25.000 per/kg.

Kenaikan harga bawang putih itu dikeluhkan salah satu pedagang bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur, Khoirul. Kata dia, sejak Sabtu (2/2) harga bawang putih mencapai Rp 25.000 per/kg untuk jenis kating.

“Harganya naik jadi Rp 25.000 per/kg sejak Sabtu (2/2) pekan kemarin. Kalau sampai ke konsumen bisa lebih dari segitu,” ujar Khorul, Sabtu (9/2).

Kenaikan harga bawang putih, menurut Khoirul disebabkan adanya kebijakan wajib tanam pada beleid RIPH Kementan. Kebijakan tersebut, kata Khoirul, justri bikin harga hortikultura meroket tajam.

“Wajib tanam bukan jalan keluar karena biaya pupuk mahal, nggak punya bibit, obat jg mahal, dan belum lagi iklim di Indonesia yang tidak pasti,” tutur Khoirul.

Khoirul meminta pemerintah untuk mencabut kebijakan RIPH. Karena untuk apa diterbitkan jika merugikan masyarakat.

“Kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Karena rakyat kita yang konsumsi di dapur,” tegas Khoirul.

Menanggapi RIPH membuat harga bawang putih melambung tinggi dibantah oleh Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Moh Ismail Wahab. Dia heran dengan pihak-pihak yang menyebut wajib tanam merugikan petani. (din/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.