0 portugal vs italia 1

Risiko dari Rotasi

4
Soccer Football - UEFA Nations League - League A - Group 3 - Portugal v Italy - Estadio da Luz, Lisbon, Portugal - September 10, 2018 Portugal's Andre Silva scores their first goal REUTERS/Rafael Marchante

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

LISBON – Italia takluk di Portugal dalam laga kedua Liga A Grup 3 UEFA Nations League (UNL). Keputusan Roberto Mancini merotasi pemain jadi alasan di balik kekalahan ini.

Menghadapi Portugal di Estadio da Luz, Mancini melakukan sembilan perubahan dalam barisan starter yang ia turunkan saat melawan Polandia. Dari 11 pemain, hanya kiper Gianluigi Donnarumma dan Jorginho yang kembali bermain sejak menit pertama.

Selebihnya adalah wajah baru. Mulai dari bek Manuel Lazzari, Mattia Caldara, Domenico Criscito, Federico Chiesa hingga Bryan Cristante. Tanpa sebagian besar langganan starter, termasuk Leonardo Bonucci, Italia pun takluk.

Pemain AC Milan, Andre Silva yang saat ini dipinjamkan ke Sevilla menjadi mimpi buruk Gli Azzurri, Selasa, 11 September, dini hari kemarin. Memaksimalkan umpan Bruma, The Nex Cristiano Ronaldo itu menaklukkan Donnarumma.

Mancio, julukan Mancini menegaskan, ia harus mengambil risiko dengan perubahan frontal sebagai upaya membangun kembali kekuatan Italia. Meski begitu, mantan allenatore Inter Milan itu mengklaim pemain muda yang ia mainkan cukup memuaskan dirinya.

“Kami tidak suka kalah, tetapi itu juga benar bahwa kami harus mengambil beberapa risiko dalam game ini dan membantu pemain mendapatkan pengalaman. Jika tidak, perlu waktu lebih lama untuk mempercepat semua orang,” jelas Mancio di Football Italia.

“Itu akan menjadi perjuangan, tetapi itu tidak berarti kami tidak akan mencoba. Kami tahu ada masalah dalam skuat ini, karena jika tidak, Italia akan lolos ke Piala Dunia 2018. Ada beberapa debutan dalam game ini dan mereka melakukan beberapa hal positif,” tegasnya.

Karena yakin keputusannya benar, Mancio tidak khawatir kalau pada akhirnya Italia akan terdegradasi dari Grup A ke Grup B untuk UNL edisi berikutnya. Bagi Mancini, prioritas utamanya adalah mengantar Italia ke putaran final Piala Eropa 2020.

“Kami tidak ingin itu (degradasi) terjadi, tentu saja kami ingin memuncaki grup dan Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi dalam sepak bola. Kami akan menunggu dan melihat, tetapi tujuan kami adalah membentuk skuat untuk Euro 2020,” kata Mancini.

Simone Zaza yang dimainkan sebagai starter bersama Ciro Immobile dalam formasi 4-4-2 sebelum Mancini mengubah pola jadi 4-3-3 dengan memasukkan Andrea Belotti dan Domenico Berardi menambahkan, masalah Italia hanya gol.

“Azzurri perlu mencetak gol. Kebutuhan mencetak gol adalah hal yang paling sederhana untuk dipahami,” kata striker Torino itu kepada Rai Sport. Gelandang Italia, Giacomo Bonaventura mengklaim mereka secara umum bisa mengimbangi Portugal.

“Saya pikir kinerja Italia tidak buruk, jadi kami bisa bertarung dengan Portugal ini (yang tanpa Cristiano Ronaldo) dan saya tidak melihat banyak perbedaan di antara kedua tim,” klaimnya. Di kubu Portugal, kemenangan ini membuktikan keseriusan mereka membidik gelar juara perdana UNL.

Meski begitu, pelatih Fernando Santos tidak ingin sesumbar akan jadi juara Grup. “Apakah kita sudah memiliki kaki di final? Kami membutuhkan kedua kaki di sana, karena berdiri dengan satu kaki Anda berisiko jatuh,” katanya.

Santos yang memimpin Portugal menjuarai Piala Eropa 2016 menegaskan, target mereka berikutnya adalah mengalahkan Polandia agar bisa jadi juara grup dan lolos ke final four yang terdiri dari para juara Grup A. “Polandia berikutnya. Ini turnamen yang sulit, tetapi saya percaya pada tim ini. Untuk saat ini kami bertujuan mencapai empat besar,” paparnya di UEFA.com. (amr/fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.