Risman Butuh Uluran Tangan untuk Operasi Tengkorak Kepala

112
DIRAWAT. Risman (8), warga Desa/Kecamatan Sukaresik dirawat di RSUD dr Soekardjo usai dioperasi karena tengkorak kepalanya pecah, Kamis (18/7). UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Risman (8), warga Kampung Sukamukti Desa/Kecamatan Sukaresik membutuhkan uluran tangan untuk biaya operasi tengkorak kepalanya yang pecah. Pasalnya, Sanah (46), ibunya tidak memiliki biaya karena hanya sebagai buruh cuci.

Risman harus dioperasi karena tengkorak kepala sebelah kanannya pecah usai terjatuh dari atap masjid saat memburu layang-layang, Senin (15/7). Kini kondisinya sudah mulai membaik pascamenjalani operasi di RSUD dr Soekardjo, Kamis (18/7).

Namun, pascaoperasi ini ada persoalan baru yang belum tuntas, biaya yang harus dibayar pihak keluarga sebesar Rp 40 juta lebih. “Sekarang Risman sudah dioperasi tinggal pemulihan. Sekarang yang jadi persoalan biaya, keluarganya tidak memiliki biaya sebesar itu (Rp 40 juta, Red),” ujar Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto kepada Radar disela menjenguk, kemarin.

Jelas Ato, saat kejadian Risman sempat tidak sadarkan diri dan dibawa ke Puskesmas Ciawi. Namun, pihak puskesmas langsung merujuknya ke RSUD dr Soekardjo karena kondisinya cukup parah dan harus mendapatkan operasi.

Sampai di RSUD dr Soekarjdo, kata dia, keluarga tanpa pikir panjang memasukan Risman untuk operasi melaui jalur umum. Karena ingin mendapatkan pelayanan yang cepat terhadap Risman. “Risman juga memang tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), karena belum didaftarkan dan yang memiliki KIS hanya ibunya. Sehingga keluarga tidak mempunyai cara lain dan tanpa pikir panjang demi mengutamakan keselamatan,” ujarnya, menjelaskan.

Setelah operasi selesai, kata Ato, pihak keluarga kaget melihat biaya yang harus dibayar sebesar Rp 40 juta lebih. Sementara, Sanah tidak memiliki uang dengan jumlah sebesar itu. Karena memang keluarganya keterbatasan dan masuk kategori kurang mampu di wilayahnya.

Menyikapi hal tersebut, kata dia, KPAID langsung bergerak cepat untuk mengusulkan bantuan kepada Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan. “Alhamdulillah ada respons baik dari pemkab soal bantuan anggaran. Namun belum pasti seperti apa dan besarannya berapa,” katanya.

Selain itu, lanjut Ato, pihaknya pun akan melakukan cara lain untuk menutupi biaya operasi Risman. “Kami akan mencoba menggalang dana dan mengetuk para dermawan untuk meminta bantuan pembayaran biaya operasi Risman. Mudah-mudahan banyak yang membantunya,” harapnya.

Kades Sukaresik Asep mengatakan, Risman terjatuh dari atap masjid ketika memburu layang-layang. Kemungkinan saat itu Risman fokus melihat layang-layang tidak melihat ke bawah sehingga kakinya terperosok dan jatuh. Saat terjatuh posisi kepala Risman terbentur tembok parit sehingga kepalanya berlubang dan tengkorknya pecah.

“Saat itu bagian kepalanya berlubang sebesar koin Rp 500 dengan kondisi tidak sadarkan diri karena benturan keras,” katanya.

Jelas dia, keluarga Risman masuk dalam kategori kurang mampu. Bahkan penghasilan ibunya menjadi buruh cuci pun tak menentu. Sehingga sangat berat untuk membayar semua biaya operasi Rp 40 juta lebih. “Makanya kami mencoba mencari bantuan termasuk akan menggalang dana untuk membantunya,” ujarnya.(ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.