Rokok Hasil Curian Dijual ke Warung

483
0
EKSPOSE. Polres Tasikmalaya menggelar ekspose penangkapan pelaku pembobol minimarket, Kamis (28/11).

MANGUNREJA – AS (AS) alias Dias dan DW (DW), warga Kuningan kawanan pelaku spesialis pembobol minimarket dibekuk Satreskrim Polres Tasikmalaya. Keduanya ditangkap karena sudah membobol minimarket di Kecamatan Salawu, Minggu (10/11).

Para pelaku melakukan aksinya dengan merusak kunci dari pintu minimarket sasarannya. Kemudian merusak juga CCTV untuk menghilangkan jejak saat menjalankan aksinya. Setelah berhasil masuk, mereka mengambil barang-barang seperti rokok dan susu formula untuk bayi.

Kapolres Tasikmalaya Dony Eka Putra mengatakan, AS dan DW ditangkap di tempat yang berbeda. AS ditangkap di daerah Bandung sedangkan DW di Jakarta. Keduanya melakukan pencurian dengan merusak kunci dan CCTV minimarket di Salawu serta membawa barang-barang seperti rokok dan susu bayi.

“Setelah kita melakukan penyelidikan, AS ditangkap 17 November lalu di Bandung. Sedangkan 19 November DW ditangkap di Jakarta. Keduanya spesialis pencurian minimarket lintas provinsi, pernah mencuri di wilayah Jawa Barat dan Banten, termasuk Tasik,” ujarnya kepada wartawan pada ekspose di Mako Polres Tasik, Kamis (28/11).

Dari hasil penyelidikan, kata dia, kedua pelaku, selain melakukan aksinya di Tasik, juga di tujuh TKP lainnya di wilayah Jawa Barat seperti Cianjur, Sukabumi, Kuningan, Majalengka, Tasik, Sumedang dan Serang Banten. Polres Tasik juga berkoordinasi dengan Polres lainnya untuk menangkap para pelaku.

“Modus kedua pelaku dalam melakukan aksinya, mereka ini awalnya melakukan pengamatan di lapangan terhadap target operasi atau minimarket yang diincar. Setelah dianggap aman dan sudah tutup, baru mereka membongkar kunci, merusak CCTV dan mengambil barang-barangnya,” kata Dony.

Loading...

Selain mengambil barang seperti rokok dan susu bayi, kata Dony, di lokasi pencurian lain, para pelaku juga membongkar brankas dan membawa uangnya. “Rata-rata hasil pencurian mereka bawa uang Rp 20-30 juta dari TKP, selain rokok dan susu bayi,” ujarnya, menambahkan.

Lanjut dia, kedua pelaku dijerat pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUH Pidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. “Satu pelaku lagi masih DPO dan dilakukan pencarian jejak dalam waktu secepatnya akan segera ditangkap,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo De Cuellar Tarigan SIK menambahkan, selain barang bukti hasil curian ratusan slove rokok berbagai merek dan puluhan kaleng susu bayi. Diamankan juga kunci-kunci yang dibawa pelaku untuk membongkar kunci di minimarket incarannya.

Secara rekam jejak, kata dia, salah satu pelaku pernah tersangkut hukum kasus pencurian di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. “AS merupakan residivis, pernah melakukan pencurian hewan ternak di wilayah Culamega tahun lalu, dan sempat dipenjara selama enam bulan di Lapas Tasikmalaya,” ujarnya.

AS (45) mengakui hasil curian dari minimarket dijual kembali ke perorangan atau warung. Hasil uangnya dipergunakan untuk keperluan pribadi, bukan keluarga. “Iya suka hura-hura, tidak dipakai buat keluarga. Saya punya istri dan empat anak. Iya saya pernah juga dipenjara di Lapas Tasik, curi hewan ternak tahun lalu,” katanya.

DW (37), pelaku lainnya mengaku barang-barang seperti rokok dan susu bayi rencana akan dijual ke warung-warung agar bisa mendapatkan uang, karena dengan cara menjual seperti itu lebih mudah dan cepat.

“Uangnya dipakai jajan saja, tetapi yang saat ini tidak sempat dijual rokok-rokoknya, ada mungkin jumlahnya ratusan slove rokok berbagai jenis merek yang dicuri,” katanya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.