Rommy Ditangkap KPK,Diduga Terkait Jual Beli Jabatan

15
PAKE MASKER. Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuzy (Rommy) berjalan menuju gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (15/3/). Fasial R Syam / Fajar Indonesia Network

JAKARTA – Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kuningan, Jakarta, Jumat (15/3).

Kedatangannya menyusul adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Penindakan KPK di kawasan Jawa Timur (Jatim).

Politisi yang karib disapa Rommy itu tiba sekitar pukul 20.14. Mengenakan topi serta masker dan kaca mata hitam, dia enggan memberikan komentar terkait penangkapannya.

Rommy hanya terdiam sambil menundukkan kepala memasuki Kantor KPK.

Ia dikabarkan ditangkap bersama lima orang lainnya. Total pihak yang diamankan KPK dalam OTT tersebut diduga sebanyak enam orang. Namun, belum diketahui secara pasti identitas kelima orang yang diamankan bersama Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut.

Berdasarkan data Satgas Pengamanan Bandara Internasional Juanda, Surabaya, terdapat tujuh nama yang dimasukkan ke dalam manifest penerbangan. Nama-nama tersebut adalah Mochammad Romahurmuziy, Haris Hasanuddin, Muh Muafaq Wirahadi, Harun Al Rasyid, Agataria Adriana, Rieswin Rachwel, dan Condro Raharjo.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan kabar tersebut. Ia menjelaskan OTT dilakukan Jumat (15/3) pagi dan berakhir menjelang waktu salat Jumat. “Setelah kami mendapatkan informasi akan ada transaksi yang diduga melibatkan penyelenggara negara, maka tentu saja kami harus menindaklanjuti hal tersebut,” ujar Febri di Gedung Lama KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (15/3).

Febri menjelaskan Tim Penindakan KPK menjaring pihak-pihak yang berasal dari unsur anggota DPR RI yang diduga Romahurmuziy. Selain itu, tambah dia, OTT juga menyasar pejabat daerah Kementerian Agama (Kemenag) dan pihak swasta.

Usai diamankan, mereka menjalani pemeriksaan awal di Mapolda Jawa Timur. “Jadi kami sampaikan terima kasih kepada pihak Polda Jawa Timur yang sudah memfasilitasi dan membantu tim KPK,” jelasnya.

Dalam OTT tersebut, KPK juga menyita sejumlah uang, yang diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kemenag. “Kementerian (Agama) ini tidak hanya di Jakarta ya, tetapi juga jaringan atau struktur kementerian yang di daerah juga,” kata dia.

Febri menyatakan KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang terjaring. “Nanti akan ditentukan status hukum perkaranya. Apakah tetap di penyelidikan atau ditingkatkan ke penyidikan dan siapa yang menjadi tersangka,” tandasnya.

Saat ini, tim penyidik tengah bekerja menentukan dana tersebut sebagai suap atau gratifikasi. Informasi lebih lanjut akan disampaikan dalam konferensi pers.

“Kalau nanti konferensi pers jadi dilakukan malam ini nanti akan informasikan atau masih bisa dilakukan besok hari sesuai dengan batas waktu 24 jam tersebut,” pungkasnya.

Ketua KPK Agus Rahardjo menuturkan pihaknya menemukan indikasi pemberian dana tidak hanya sekali dilakukan. “Yang perlu dicatat itu bukan pemberian yang pertama. Karena sebelumnya yang bersangkutan pernah memberikan,” kata dia.

Agus menambahkan telah mengintait dugaan kasus tersebut sejak jauh-jauh hari. Penindakan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang diterima Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK.

Segel Ruang Kemenag

Usai OTT Ketua PPP Romahurmuziy dan sejumlah pejabat Kemenag, Tim Penindakan KPK menyegel ruang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan ruang Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag M Nur Kholis Setiawan.

Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag Mastuki mengatakan pintu ruang kerja Lukman Hakim disegel dengan garis KPK berwarna merah.

Menurut Mastuki, petugas KPK datang saat karyawan dan pegawai sudah tidak berada di kantor. Sebab, jam kerja karyawan hanya sampai pukul 17.30.

Namun, petugas KPK yang datang berkoordinasi dengan petugas keamanan Kemenag dan meminta izin mendatangi ruangan yang akan disegel. “Pintu ruangan diberi tanda segel berwarna merah,” ujar Matsuki saat dikonfirmasi, Jumat malam.

Meski demikian, sambung Mastuki, petugas KPK belum melakukan penggeledahan. Diduga, penyegelan ini terkait OTT yang dilakukan terhadap Romahurmuziy. (riz/ful/fin)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.