Uu: Perombakan Sudah Sesuai Hasil dari Asesmen

Rotasi Mutasi Dianggap Asal-asalan

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum kembali menunjukkan “tangan saktinya” dengan melakukan perombakan jabatan pejabat eselon II di Pendopo Lama, Selasa (14/8). Ada 13 pejabat tinggi pratama yang dirotasi mutasi, setelah sebelumnya mengikuti asesmen.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Arif Rachman SE MM menganggap pelantikan dan penempatan pejabat eselon II pada jabatan yang baru oleh bupati terkesan asal-asalan dan hanya formalitas saja. “Saya juga kaget tiba-tiba ada pelantikan rotasi mutasi pejabat eselon II. Karena sebelumnya tidak ada undangan untuk Komisi I,” jelasnya kepada Radar di kantornya kemarin.

Kata dia, Komisi I menanyakan seperti apa mekanisme asesmen yang dilakukan panitia seleksi (pansel) sehingga rotasi mutasi kali ini banyak yang tidak tepat posisinya. “Saya lihat kesalahan penempatan orang berdasarkan latar belakang masih terjadi pada rotasi mutasi kali ini,” keluhnya.

Arif memberikan contoh penempatan yang kurang tepat. Mohamad Zen sekarang menjabat sebagai Kepala BKD. Padahal latar belakang ilmunya sudah jelas pendidikan.

Ada juga EZ Alfian yang memiliki latar belakang pendidikan kini ditempatkan menjadi kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana. “Jadi jelas bukan dunianya dan lebih cocok di bidang pendidikan. Ini malah mengurusi masyarakat desa perempuan dan anak,” jelas Arif.

Maka dari itu, melihat kondisi rotasi mutasi ini menunjukkan proses asesmen hanya sebatas formalitas saja. Karena kalau hasilnya sesuai pasti menempatkan orang berdasarkan latar belakang pendidikannya. “Memang keputusan ada di tangan bupati. Tapi tetap hasil asesmen harus menjadi acuan bagi pembina kepegawaian jangan asal-asalan,” ungkapnya.

Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mengatakan perombakan terhadap pejabat eselon II ini tidak asal dan ujug-ujug, melainkan melalui proses yang cukup panjang dan sesuai aturan. “Yang sekarang dilantik semuanya sudah mengikuti proses asesmen oleh panitia seleksi dan dilaporkan ke Komisi ASN. Dengan demikian pelantikan rotasi mutasi yang dilakukan sesuai aturan dan memiliki legalitas yang sempurna,” ungkapnya kepada Radar kemarin.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tasikmalaya Mohamad Zen menjelaskan soal komentar dari Komisi I yang dianggap rotasi mutasi ini asal-asalan menegaskan pada intinya itu hak DPRD dalam memberikan kritikan. “Tapi saya sudah mendapatkan gelar S3 administrasi. Saya kira ada ruang di posisi sekarang. Artinya kami punya dasar walaupun saya aslinya dari pendidikan,” paparnya.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tasikmalaya Ade Sumanang MSi menegaskan pelantikan rotasi mutasi yang dilakukan ini sudah sesuai dengan hasil asesmen dan aturan. Karena sebelumnya sudah dilakukan konsultasi dengan Komisi ASN dan KPU. “Setelah hasil asesmen keluar diserahkan kepada bupati untuk ditentukan rotasi dan mutasinya dengan kewenangannya sebagai pejabat pimpinan kepegawaian,” katanya.

Ade menjelaskan ada 13 pejabat eselon II yang dilantik untuk rotasi mutasi diantaranya Nia Kurniati SH MSi, Drs Bambang Alamsyah MM, H Wawan Ridwan Efendy SE MM, H I Sutiaman SSos MM MSi, Dr H Mohamad Zen, Drs Yusep Yustisiawandana MM, Drs Roni Ahmad Sahroni MM, Drs Iing Farid Khozin MSi, Dadan Wardana SIP MM, Drs Endang Zaenal Alfian, Drs H Iin Aminudin MSi, Drs H Kundang Sodikin MSi dan drh H Budi Utarma Wahyudin MM.

“Usai pelantikan ini ada tiga kekosongan jabatan yakni Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum pada Setda dan Dinas Sosial (Dinsos) yang kepala dinasnya akan pensiun. Nanti untuk yang kosong akan dilakukan open bidding. Mungkin akhir Agustus setelah konsultasi ke Komisi ASN dan izin dari Kemendagri baru diumumkan pendaftarannya,” ungkapnya. (dik)

loading...