Rp 1 Miliar untuk Jalan ke TPA

18

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut sudah menganggarkan untuk perbaikan jalan menuju tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Pasirbajing. Saat ini, kondisi jalan menuju TPA tersebut rusak parah sehingga mengganggu proses pembuangan sampah dari wilayah perkotaan.

“Anggarannya sudah ada Rp 1 miliar untuk perbaikan jalan ke TPA. Sekarang tinggal menunggu proses lelangnya saja,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan di rumahnya Selasa malam (14/5).

Menurut dia, anggaran yang sudah tersedia hanya untuk memperbaiki satu kilometer jalan menuju lokasi TPA. Nantinya jalan menuju lokasi pebuangan sampah akhir dibangun dengan beton. “Anggaran segitu itu yakni bangun jalan dengan beton,” katanya.

Sebelum perbaikan jalan dilakukan, untuk upaya jangka pendek supaya jalan menuju lokasi TPA bisa dilalui pihaknya hanya menambal degan pasir dan batu. Hal itu dilakukan supaya truk pengangkut sampah bisa melintas.

“Sekarang pembuangan sampah mulai normal lagi. Penumpukan sampah di perkotaan sudah bisa ditangani,” terangnya.

Menurut dia, dalam upaya menangani masalah sampah di wilayah perkotaan Garut, pihaknya akan fokus membenahi kawasan TPA Pasirbajing. Karena berdasarkan pemantauannya, lokasi TPA Pasirbajing masih bisa menampung. “Masih ada 4 hektare lagi yang masih kosong. Sekarang ke lokasi lahan itu tertutup sampah. Jadi kita akan benahi dulu supaya pembuangan sampah lancar,” terangnya.

Terkait jalur alternatif yang akan digunakan ke lokasi TPA, Helmi menerangkan jalan tersebut merupakan jalan lama yang tidak digunakan. “Itu jalur lama, sekarang bisa digunakan jaur alternatif,” terangnya.

Pembangunan jalur alternatif menuju lokasi TPA memang perlu dilakukan, supaya tempat pembuangan sampah bisa diakses dari mana saja. “Memang jalur alternatif ini perlu dibangun. Tetapi sekarang kita fokuskan perbaikan dulu, nanti itu mah,” terangnya.

Selain fokus perbaikan TPA, Pemkab Garut juga terus melakukan penjajakan dengan perusahaan pengolah sampah dari Korea. Hal itu dilakukan supaya permasalahan sampah ini bisa teratasi. “Komunukasi masih kita jalan, tetapi pelaksanaannya nggak tau kapan,” katanya. Dia berharap dengan adanya teknologi yang bisa mengolah sampah menjadi energi, bisa mengatasi permasalahan sampah di perkotaan Garut. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.