Rp 20 Miliar untuk Sentra UMKM Belum Urgen

174
0
ilustrasi

CIHIDEUNG – Anggaran sebesar Rp 20 miliar untuk pembebasan lahan sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jalan Letjen Mashudi dinilai tidak relevan dengan tujuan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya dalam mendongkrak geliat ekonomi kreatif.

Dewan Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Nandang Suherman menjelaskan problem utama dalam mendongkrak penjualan produk UMKM Kota Tasikmalaya bukan persoalan tidak adanya sentra atau etalase dalam mempromosikan produk khas asli daerah.

“Yang harus dilakukan itu bukan membuat sentral. Tetapi memastikan tentang peningkatan kapasitas manajemen usaha para pelaku UMKM. Akses modal kemudian jaringan pasarnya,” ujar dia kepada Radar, Rabu (25/4).

Menurutnya, sentra UMKM setiap komoditas saat ini sudah berdiri di tiap lokasi. Seperti sentra kelom sudah ada di wilayah Gobras, bordir di Kawalu, sandal di Sambong dan lain sebagainya. Sehingga tidak perlu lagi membangun sentral UMKM apalagi berlokasi di Jalan Letjen Mashudi yang notabene jalur cepat.

“Indikasinya ada pemilik tanah atau makelar yang sudah ingin mempunyai keuntungan setelah membeli tanah dengan harga murah dari warga. Kedua, proyek semacam ini biasanya juga terkait dengan kelompok kepentingan yang sedang menghimpun modal,” duganya.

Nandang menyarankan pemkot mengkaji ulang kebijakan tersebut. Kemudian mengalihkan anggaran Rp 20 miliar untuk program yang lebih bermanfaat dan terasa langsung. Khususnya bagi peningkatan kesejahteraan warga miskin.

“Apa tidak malu Kota Tasik masih juara dalam hal kemiskinan di Jawa Barat? Tasik juga masuk kota yang sudah dalam kategori macet dan banjir ketika hujan besar. Ditambah Kota Santri ini pengidap HIV/AIDS terus meningkat dan kategori kota intoleran,” bebernya.

Apalagi, jelas dia, dalam data survei belakangan ini peningkatan ekonomi Kota Tasikmalaya tidak dibarengi dengan penurunan angka ketimpangan masyarakatnya yang semakin menganga. Jurang kaya dan miskin semakin melebar. “Harusnya Pemkot itu dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang ada, fokus dulu urusan-urusan urgen semacam itu,” tandasnya. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.