Rp 200 Triliun Berputar Selama Lebaran

28

JAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan libur Ramadan dan Lebaran menjadi momentum bagi upaya pemerataan ekonomi masyarakat di daerah yang dilewati oleh para pemudik. Dijelaskanya total ada 20 juta pergerakan orang saat mudik yang tentunya akan menyejahterakan masyarakat di daerah.

Dijelaskanya, saat Ramadan otomatis terdapat jumlah penurunan wisatawan nusantara (wisnus) sekitar 50 persen. Tercatat rata-rata pergerakan wisnus perbulan 20 juta, tetapi saat Ramadan turun menjadi 10 juta.

Memasuki liburan Idul Fitri jumlah pemudik diperkirakan mencapai 20 juta, sehingga periode Ramadan-Lebaran bisa terjadi pegerakan 30 juta wisnus atau naik 150 persen.

“Terjadi pergerakan uang selama Ramadan-Lebaran diperkirakan Rp 800 ribu perorang untuk sekali visit. Atau diperkirakan ada Rp 200 triliun dari 20 juta pergerakan wisatawan,” kata Menpar.

Terlebih perputaran uang sebanyak Itu bagus untuk pemerataan ekonomi. Menyikapi hal itu Kemenpar akan turut meramaikan fenomena mudik dan libur lebaran tahun ini dengan mengadakan program Pesona Mudik 2019.

“Sebagian besar dampaknya ke sektor pariwisata. Karena saat mudik orang-orang pasti berburu kuliner. Tempat wisata penuh. Saya prediksi 60-70 persen ke pariwisata,” kata Arief.

Disinggung terkait kerusuhan dua hari (21-22/5) lalu dan pengaruhnya terhadap pariwisata, Arief Yahya menjelaskan, efek negatifnya kentara setelah terjadi perusakan dan kerusuhan langsung di titik pusat ibu kota. Ia juga menyayangkan aksi damai menjadi rusuh dan merusak wajah pariwisata Indonesia di mata dunia.

“Ibu Kota kan wajah Indonesia dan negara kita, seluruh kedutaan besar ada di sini semua. Ada 30 juta setiap tahunya wisatawan berlibur di Indonesia yang tentunya menyayangkan kondisi ini,” jelasnya.

Ia khawatir, banyak negara mulai memper­timbangkan mengeluarkan travel advice atau peringatan perjalanan ke Indonesia. Travel advice sejatinya dilakukan sebuah negara kepada warganya yang ingin berlibur ke negara yang ditunjuk karena kestabilan politik di sana atau perang. “Semoga tidak ada (travel advice), padahal devisa dari pariwisata masuk dua besar tertinggi setelah migas,” bebernya.

Diketahui, industri pariwisata nasional berpeluang menghasilkan devisa Rp 246 triliun. Dari catatan Bank Indonesia, industri pariwisata merupakan sektor terbesar kedua penyumbang devisa setelah industri minyak sawit atau crude palm oil (CPO). Adapun, pada tahun ini, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 20 juta kunjungan. (fin/tgr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.