Rp 2,3 M untuk Paving Block Disorot

148
0
UNJUK RASA. Forum Peduli Infrastruktur Ciamis (FPIC) berunjuk rasa di Tugu Taman Raflesia Ciamis, Senin (18/2).Iman S Rahman / Radar Tasikmalaya

CIAMIS – Sejumlah mahasiswa dan masyarakat dari Forum Peduli Infrastruktur Ciamis (FPIC) berunjuk rasa di Tugu Raflesia Ciamis, Senin (18/2). Mereka juga beraudiensi ke Kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) menuntut transparansi penggunaan anggaran Rp 2,3 miliar untuk penataan taman tersebut.

Koordinator lapangan (korlap) aksi FPIC Andi Ali Fikri menyatakan pihaknya meminta transparansi penggunaan Rp 2,3 miliar untuk penataan Taman Raflesia Ciamis. Keterbukaan tersebut sangat penting lantaran anggaran yang besar untuk proyek tersebut telah membuat kegaduhan di publik.

Menurut Andi, Rp 2,3 miliar pada pembangunan tahap satu itu baru terserap untuk paving block saja. Namun, hasil pantauan di lapangan masih banyak titik-titik yang belum dipasangi paving block. Atas kondisi tersebut, pihaknya menduga ada kejanggalan dalam penggarapan proyek Taman Raflesia. FPIC juga tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk memperkuat dugaannya. “Setelah memang cukup bukti, kami akan melaporkan ke kejaksaan. Tentunya harus ada yang peduli melaporkan ini karena alun-alun itu jelas wajahnya Kota Ciamis,” kata dia.

Selain itu, Tugu Bunga Raflesia juga belum berubah. FPIC mendorong pemerintah mengubah tugu raflesia itu dengan ikon yang sesuai. Hal itu karena dalam kenyataannya bunga raflesia beraroma busuk sehingga mengesankan citra kurang baik. “Saya harap hadirkan budayawan, akademisi guna mendiskusikan atau merapatkan bagaimana wajah Ciamis baik dan berkearifan lokal,” tutur dia.

Sementara itu, Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis H Oman Rohman menyebutkan pembangunan Taman Raflesia sudah sesuai detail engineering design (DED). Bahkan, saat ini sedang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Adapun mengenai Tugu Bunga Raflesia, pihaknya memang sudah merencanakan penggantian. Namun, perubahan itu belum terealisasi karena belum ada anggaran yang cukup. Pihaknya juga siap menampung masukan dari kalangan mana pun untuk memilih ikon yang tepat pengganti Tugu Bunga Raflesia. “Saya masih terbuka untuk menampung ide dan saran dari masyarakat Kabupaten Ciamis,” kata dia. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.